Kepolisian Daerah Sumatera Selatan

30 Okt 2015, 16:42
Anonim Anonim
SMS Ditutup oleh Admin

Saya ingin melaporkan terkait aktivitas premanisme di Kota Palembang. Pada awal tahun 2002 saya mulai menetap di Palembang adn berdagang di lapak yang disediakan oleh pemerintah di Jl. Mesjid Lama. Di tempat itu hingga saat ini banyak preman yang berkuasa dan menarik retribusi atas nama pemerintah tanpa ada bukti surat keterangan dan peruntukannya. Mereka juga menguasai sepanjang jalan Bringinjanggut dan Plataran di bawah jembatan Ampera.


13 Agu 2014, 10:28
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Yth.Kepolisian Republik Indonesia,

Saya adalah seorang salesman kanvasing produk makanan. Saya merasa sering terancam oleh tindak tanduk preman dan oknum polisi yang sering meminta uang keamanan dengan menyetop mobil-mobil box yang lewat di daerah lintas timur Sumatera, khususnya di daerah persimpangan Mesuji dan Tugumulyo , Kabupaten Ogan Komering Ilir , Sumatera Selatan. Kebanyakan preman yang mengatasnamakan asosiasi atau perkumpulan. Mereka meminta uang sampai 1 juta rupiah untuk setiap mobil box yang lewat. Tindakan ini sungguh sangat meresahkan saya dan teman-teman kanvas yang lain.

Mohon sekiranya pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan ini.

Terima kasih.

1 Mei 2014, 22:41
628122485xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Yth. Kepolisian,

Kami para supir truk yang sering melintasi Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di jalan longsor di Simpang Meo - Baturaja Sumatera Selatan, merasa resah dengan tindakan sekelompok warga yang sering memeras supir truk.

Beberapa waktu lalu kami lewat sana ternyata diperas Rp 50.000,00 oleh masyarakat. Begitu pula dialami supir lainnya. Saat saya lewat sana kedua kalinya, ada truk yang menjadi korban tindakan anarkistis warga yang tidak diberi uang dan kemudian memecahkan kaca truk.

Mohon perhatian agar menerjunkan aparat kepolisian untuk mengawal dan berpatroli di daerah jalan longsor tersebut. Kami sudah resah, perilaku meminta-minta bernada memeras masih terjadi saja.

1 Mei 2014, 22:37
628217545xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Yth. Kepolisian RI,

Mohon agar Mabes Polri di Jakarta melakukan sidak di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, karena ada sekelompok oknum polisi yang seringkali, bahkan setiap hari, melakukan pungli terhadap supir truk saat melintas.

Pelaku pungli, terutama di daerah Pengadonan Baturaja sepertinya dari Polsek/Polres Baturaja Sumatera Selatan, biasanya di siang hari ada 3-4 orang yang melakukan pungli. Supir truk hanya memberikan mereka sekadarnya saja, namun tetap saja kami resah karena tidak jelas untuk apa itu.

Selain itu, mulai dari Tanjung Enim - Simpang Meo - Bandar Jaya - Bandar Lampung juga tidak aman. Perlu patroli polisi karena banyak sekali preman yang meminta-minta uang ke warga, dan apabila tidak diberi mereka tidak segan untuk melempar kaca truk dengan batu atau mengambil muatan truk secara sewenang-wenang. Belum ada tindakan apapun dari aparat setempat.

Mohon tindakanjutnya.

1 Mei 2014, 22:27
628526756xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Lapor! Kami supir truk merasa resah dengan premanisme di sepanjang Jalan Raya Way Kanan Lampung hingga ke Muara Enim Sumatera Selatan. Banyak sekali preman yang meminta uang ke kami para supir, dan mereka berlaku kasar sekali bahkan merusak mobil.

Tolong ada tindakan dari aparat berwenang.

1 Mei 2014, 22:22
628137963xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Mohon tindakan aparat kepolisian terhadap masyarakat yang berperilaku preman yang suka memeras para supir truk, terutama sepanjang Jalan Raya Muara Enim hingga ke Bukit Kemuning - Way Kanan.

Silakan dicek sendiri dan mohon ditindaklanjuti.

28 Des 2013, 09:52
Surya Dinata
Website Ditutup oleh Admin

Yth. Kepolisian Republik Indonesia

Saya ingin melaporkan bahwa ada beberapa orang pegawai yang bertugas di Samsat pembantu di Kecamatan Tugumulyo, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan melakukan praktek pungli (pungutan liar) dengan cara meloloskan para pembayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang tidak memiliki syarat yang lengkap, seperti kelengkapan BPKB dan KTP.

Kronologinya ketika saya mencoba membayar PKB roda dua tanpa disertai kelengkapan BPKB dan KTP dengan pegawai Samsat Tugumulyo berjenis kelamin laki-laki, berpostur tinggi sekitar 175cm yang bernama Dhani serta ditemani kedua temannya yang saya tidak tahu namanya. Mereka menyanggupinya dengan catatan memberikan uang pelicin sebesar Rp.100.000,- diluar dari uang Pajak Motor tersebut sebesar Rp.175.000,- jadi total yang mesti dibayarkan sebesar Rp.275.000,-

Singkat cerita saya pun setuju dengan kesepakatan tersebut, setelah menunggu 15 menit STNK pun selesai. Kejadian ini membuat saya geleng kepala betapa buruknya sistem pelayanan Samsat Tugumulyo yang dilakukan oknum pegawai Samsat Tugumulyo tersebut.

Jika secara matematis, bila ada 50 orang setiap hari yang tidak memiliki kelengkapan untuk membayar PKB bearti : 50 x Rp. 100.000 = Rp. 5.000.000,- /per hari yang didapatkan para oknum pegawai Samsat Tugumulyo dari pungutan liar (pungli). Jika dikalikan sebulan 22 hari kerja bearti : 22 x Rp.5.000.000,- = Rp. 110.000.000,-. Hal ini sangat bertentangan dengan hukum.

Saya meminta agar pihak yang berwenang mengusut tuntas kasus pungli tersebut karena hal ini sangat bertentangan dengan hukum dan meresahkan. Tolong ditanggapi, karena sudah setahun lebih kami melapor ke dinas terkait baik online maupun secara tertulis tetapi tidak ada tanggapan yang serius. Terima kasih.

DIIKUTI OLEH