Kantor Walikota Jakarta Pusat

18 Jul 2018, 02:20
Eddy K
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta.
Suara house musik hingga dini hari (jam 02.00) masih terdengar kencang hingga radius 500 mtr dan sangat menggangu warga sekitar PRJ Kemayoran. Suara musik terdengar berasal dari sekitar PRJ Kemayoran. Kemungkinan acara panggung di open space PRJ. Mohon ditertibkan berhubung sampai larut pagi dan sangat menggangu istirahat warga. Hal ini sering terjadi meskipun dihari kerja biasa. Saran kami jika acara ini mempunyai ijin harap dilakukan di dalam gedung sehingga kedap suara dan tidak mengganggu warga sekitarnya. Terima Kasih

13 Jul 2018, 23:36
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta.
Dangdutan di Jalan Garuda (depan Kulinerasia), Kemayoran LENGKAP dengan TENDA dan 2 TV dengan jumlah sampah2 masyarakat sekitar 8-10 orang masih meneror kenyamanan masyarakat sekitar dari jam 10 MALAM SAMPAI JAM 4 SUBUH NON-STOP. Tepatnya kemarin hari Kamis 12 Juli terlihat PERKELAHIAN sampai menimbulkan SUARA PECAHAN BELING antara 2 orang lelaki dengan sampah2 masyarakat itu. Namun mereka masih asik JOGET-JOGET sampai DETIK INI. Mohon segera diberantas permasalahan ini, saya tidak akan lelah melaporkan masalah ini sampai sampah2 itu bisa ditindak atau diadili atau bahkan ditangkap. Terima kasih

11 Jul 2018, 00:37
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada Yth. Pemprov DKI Jakarta
Dangdutan tengah malam di jalan Garuda, Kemayoran (depan Kulinerasia) kembali beraksi dan sekarang jauh lebih keras. Tolong dipikirkan nasib anak anak dan orang orang yang harus bangun pagi untuk sekolah dan berangkat kerja ataupun kuliah. Saya sangat amat berharap masalah ini bisa diselesaikan secara permanen, mohon maaf karena saya harus melaporkann hal ini lagi. Terima kasih

23 Mei 2018, 11:00
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta.
Mohon izin melaporkan gangguan yang terjadi di lingkungan kami, di Jl. Menteng Kecil I, Gondangdia, Menteng. 1. Suara speaker Mushalla yang terlampau keras saat shalat magrib - isya. Terjadi tidak hanya saat Ramadhan, namun di hari biasa juga. Biasanya speaker digunakan utk adzan dan iqamah saja, namun di lingkungan kami malah menggunakan pengeras suara untuk : shalawatan saat sebelum adzan, shalawatan setelah adzan, saat shalat (alfatihah & surat), dzikir hingga doa. Sehingga suara-suara tersebut non-stop antara jam 17.40-20.00. Suara tersebut sangat keras, cempreng dan mengganggu. Mohon untuk menghormati warga yang tidak shalat atau sedang istirahat sehingga suara tersebut tidak berkesan mengganggu. Ibadah itu baik, namun digunakan sebagaimana porsinya, ditempatkan sesuai tempatnya. Alangkah baiknya speaker tersebut digunakan hanya untuk adzan dan iqamah saja. 2. Petasan mulai jam 19.40-22.30 yang dinyalakan oleh anak2 dan warga yang nongkrong di pos rw gg menteng kecil I, Gondangdia. hal tersebut terjadi selama Ramadhan, bakda Tarawih dan berlanjut hingga nyaris tengah malam sekitar jam setengah 11 malam. Hal tersebut terang saja sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan kami. Gangguan tersebut diatas sudah dilakukan peneguran oleh sesama warga, namun tidak dihiraukan. Sehingga kami lebih percaya untuk dilakukan penertiban oleh satuan polisi atau aparat yang berwenang. Mohon Ditindaklanjuti dengan segera. Gangguan ini akan terus kami rasakan hingga penertiban dilakukan.

8 Mei 2018, 19:48
Anthony Aliyan
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Saya ingin melapor Warung di Jln. Percetakan Negara posisi nya di dekat pintu Ruko Rawasari Mas (Mitra 10), menyebabkan kebisingan dengan memasang lagu sangat keras, di depannya pun ada Rumah Sakit, mohon menindak lanjuti perihal ini. Terima kasih

4 Mei 2018, 15:07
Joseph Budianto
Android Ditutup oleh Admin

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Saya ingin melaporkan pembangunan rumah tempat tinggal yang tidak sesuai di jalan rembang terutama jalan rembang nomor 10 menteng, Jakarta Pusat. Tertulis di papan izin, penggunaan rumah tinggal dan jumlah lantai 2 lantai. Tetapi yang dibangun justru menjadi kos-kosan dan 5 lantai. Ketika pembangunan juga sering mengganggu warga dengan semen yang berjatuhan mengenai mobil warga hingga membuat bocor genteng rumah, belum lagi mengenai orang juga. Mohon diproses karena sebelumnya pernah ada papan bangunan ini disegel, namun pembangunan tetap berlanjut walaupun ada segel itu. Terima kasih.

17 Apr 2018, 14:29
Mas Agung Nugroho
Website Ditutup oleh Admin

Kepada Yth. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Saat ini saya sedang mengurus Surat Ket. Domisili Perusahaan (SKDP) baru untuk perusahaan tempat saya bekerja. Hal ini pengalaman baru bagi saya dan saya sudah mengikuti semua sistem secara online.Pada awalnya saya datang dan sudah menyiapkan berkas-berkas yang sekiranya diperlukan di Kelurahan Gondangdia, Jakarta Pusat untuk mengurus SKDP tersebut.Tetapi petugas disana berkata permohonan perusahaan saya ditolak dengan sejumlah alasan,setelah saya cek kesalahan yang dimaksud sangat tidak beralasan seperti identitas diri penanggung jawab perusahaan saya yang dibilang kadaluarsa padahal masa berlaku sampai 2019. Saya sudah mendaftarkan 2x tetapi terus mengalami penolakan,saya tidak mempermasalahkan sistem ini, namun sebaiknya ada respon yang cepat dari admin pelayanan.jakarta.go.id.Karena berita penolakan dengan waktu untuk mengambil formulir domisili hanya berselisih 1 hari yang mana sangat membuang waktu jika harus memulai mendaftar lagi dari awal dan menunggu kembali 3-7 hari kerja.Selain itu juga disertai alasan penolakan yang tidak jelas dan menjadi polemik karena kurang teliti. Sayapun mencoba menghubungi telepon Kel. Gondangdia,tetapi selalu sibuk,bagaimana bisa melayani dengan baik jika telepon saja sulit dihubungi.Apakah saya harus membuat daftar terus menerus, pengurusan SKDP pun tertunda entah sampai kapan.Sedangkan perusahaan saya sangat memerlukan SKDP untuk bisnis yang akan dijalani Ditambah lagi, proses pengurusan yang baru ini sangat berbelit, tidak praktis, dan merepotkan sekali.Sejatinya kemajuan tekhnologi diciptakan untuk mempermudah urusan bukan malahan sebaliknya.Nantinya saya akan datang lagi untuk pengambilan SKDP dan membawa kelengkapannya. Mohon untuk ditindaklanjuti atas hal ini. Terima kasih.

5 Apr 2018, 20:56
Liliana Fitrianingtyas
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Pagi ini saya hrs menikmati kemacetan luar biasa dari pasar tanah abang menuju ke jln KS Tubun tepatnya di Jati Bunder. Apa sebabnya? Ternyata para penjual pasal tasik yang sebelumnya di tampung di kawasan bongkaran pagi tadi berjualan di pinggir jalan ( mengambil 1 jalur jln tsb). 16 tahun saya bekerja di wilayah Petamburan, baru hari ini saya merasakan MACET yang terjadi di PAGI hari di jalan tsb. Memang sih pasar tasik hanya ada setiap hari Senin dan Kamis, tapi hari ini saya merasa sangat terganggu dgn kemacetan tsb. Pertanyaan saya, sudahkah para pedagang pasar tasik mendapat izin berjualan di pinggir jalan ( seperti pedagang di depan stasiun tanah abang)? Jika sudah, ya sudahlah tak mengapa, toh legal. Namun mohon diinfokan jalur alternatif yg dapat saya (dan rekan2 senasib) lalui. Jika belum, bukankah mereka telah melakukan pelanggaran: parkir sembarangan & menimbulkan kemacetan yg tentunya merugikan orang banyak. Betul sih mereka sedang mencari nafkah. Tapi kan saya juga menggunakan jalan tersebut untuk mencari nafkah. Sesama pencari nafkah jgn saling mengganggu lah!! Saya harapkan masalah ini cepat diatasi oleh pihak berwenang. Tidak terbayangkan oleh saya bila harus bermacet2 ria di pagi hari di jln tsb. Terima kasih

23 Mar 2018, 04:26
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada Yth, Pemprov DKI Jakarta Saya ingin melaporkan udara di sekitar hunian saya selalu bau asap pembakaran dan sisa pembakaran, khususnya jam 6sore sampai subuh. Saya mencoba keliling perumahan saya mendapatkan asap yg tebal setiap harinya(padahal jam 3 subuh). Sepertinya daerah perkampungan di depan dan belakang komplek saya semua warganya membakar sampahnya. Saya tidak ingin karena mereka tidak mau membayar uang kebersihan dan membahayakan kesehatan bagi banyak orang. Daerah : Komplek Griya Agung Permai. Jalan Sumur Batu Jakarta Pusat Note: Maaf saya sudah keliling tetapi sulit sekali menemukan sumber pembakaran nya karena jalannya gang semua. Terima kasih.

12 Feb 2018, 11:17
Anonim
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd Yth. Pemprov DKI Jakarta
Saya ingin memberikan saran & kritik agar apa yang saya alami tidak dialami oleh orang lain. Kronologis : Tgl 12 Feb 2018 kira-kira pukul 10.15 WIB, Saya mendatangi kecamatan sawah besar untuk mengambil Akte Kelahiran anak saya. saat saya datang ada 3 petugas sedang melayani dan ada 2 orang yang duduk antri. saya pun duduk sambil mencari-cari dimana letak pengambilan nomer antrian. saya melihat ada box mesin antri, akhirnya saya bangun dan menekan tombol tsb ternyata rusak. Dan setelah itu ada 1 petugas yang selesai melayani dan mempersilahkan antrian berikut tanpa meminta nomer antri. Akhirnya saya mengasumsikan bahwa disitu dipanggil manual siapa yang lebih dahulu datang. Dan ternyata setelah itu ada pengunjung lain yang datang lalu menulis disebuah buku dan bersamaan dgn itu ada petugas yang disebelah selesai melayani dan langsung mempersilakan pengunjung yg baru datang tadi tanpa memperdulikan pengunjung lain yang sudah duduk mengantri. Sampai disitu saya mulai geram, kenapa dari tadi saya datang tidak ada informasi tulis buku atau ambil nomer dimana, sedangkan diruangan itu tidak tertulis letak pengambilan nomer antrian pada dinding atau informasi yang diberitahukan langsung oleh petugas yg dari tadi ada disitu. Sehingga saya harus mengulang dan harus antri lebih lama karena sudah ada beberapa pengunjung lain ,karena daritadi saya tidak isi buku tamu , yang mana saya tidak diinformasikan sebelumnya untuk mengisi buku tsb. SAYA SANGAT KECEWA dgn pelayanan petugas yg saat itu, karena mereka seperti mengabaikan keberadaan saya. terutama petugas yg berada pas disebelah buku tamu tsb. coba anda bayangkan jika ini dialami oleh beberpa pengunjung?! Saran : Kepada YTH Kecamatan Sawah Besar, untuk mengantisipasi hal tsb agar tidak dialami pengunjung lain, saya sangat berharap mesin antrian bisa diperbaiki dan difungsikan kembali serta berikan tulisan BESAR dimana pengunjung baru datang harus ambil nomer antrian. Atau paling tidak mohon disiapkan seorang petugas khusus yg menangani memberikan nomer antrian. Dengan laporan saya ini saya harap, Semoga Kecamatan Sawah Besar bisa melakukan pembenahan dan agar bisa memberikan pelayanan yg terbaik kepada warganya. Terima kasih Firman 08568481240

DIIKUTI OLEH