16 Agu, 14:35
Anonim
Website Ditutup oleh Pelapor

Tracking ID : #5018272

Keluhan Penaikan Biaya SUO (Sistem Ujian Online)y

Sebagai status mahasiswa dipandang perlu kita semua memiliki sebuah nalar kritis.
Tepat pada tahun 2017 perombakan jajaran rektor univ. Terbuka telah dilakukan dan seolah akan memberikan nafas dan perubahan yang baru untuk kebaikan pendidikan nasional dengan memprioritaskan segala bentuk kebutuhan mahasiswanya.

Namun, tidak untuk kali ini kekecewaan yang hanya di dapatkan oleh mahasiswa yaitu pihak ut kini dengan semena-mena menaikan biaya suo (sistem ujian online) yg hampir 90% yakni 80.000 rupiah, menjadi 150.000 rupiah, dan tidak adanya transparasi nilai yang merugikan mahasiswa diantaranya mekanisme 30% tuton, ttm 50% dan uas dalam hal ini banyak mahasiswa yang masih mendapat nilai *e* atau nilai 0 (tidak lulus). Dari itu sudah dipastikan pihak jajaran ut bukan mempersiapkan mahasiswa unggul di dunia profesional. Namun hanya menjadikan ut sebagai target pencetak uang tidak untuk targetkan menjadikan mahasiswa sebagai lulus tepat waktu dan mahasiswa siap pakai.


Selain itu pendaftaran untuk mahasiswa baru yang semula gratis kini harus bayar biaya admisi sebesar 100.000 rupiah. Mungkin kita bisa berfikir bahwa perubahan di sistem perguruan tinggi universitas terbuka yang kita cintai ini mengalami perubahan namun perubahan yang cenderung mengakapitalisasi mahasiswa.

Keterlambatan pengiriman bahan ajar yang menghambat pembelajaran mahasiswa membuat adanya keterlambatan dalam proses perkembangan mahasiswa dan kondisi tersebut sangat merugikan mahasiswa baik secara akademik, ekonomi dan masa depan mahasiswa kedepannya. Selain itu jajaran rektorat ut yang baru ini mengabaikan keputusan kemenristekdikti nomor 55 tahun 2018 yakni tidak adanya pembinaan ideologi pancasila di kampus, tidak dibentuknya ukm pib. Jika hal itu belum di lakukan tentu jangan harap kelompok-kelompok belajar bisa mendapat dukungan dari kampus.

Tentu kita sebagai mahasiswa perlu memandang bahwa hal tersebut diatas sebagai problematika yang sudah kronis yang perlu di amputasi. Karena tidak sesuai dengan fasilitas dan harapan pendidikan kemajuan nasional yang di duga lebih mengkapitalisasi program-program yang tak seharusnya dilakukan. Dan masih banyak lagi problem yang menjadi tanggung jawab kita semua sebagai mahasiswa.

Maka untuk itu kami mengajak kepada teman-teman mahasiswa aktif universitas terbuka untuk aksi dan menyampaikan pendapat pada forum lapor.go.id ini

*tuntutan*

1. Meminta rektor dan jajaran wakil rektor universitas terbuka untuk mundur dari jabatannya yang terindikasi mengkapitalisasi dan melakukan konspirasi menjadikan universitas terbuka sebagai ladang mencari keuntungan pribadi.
2. Meminta wakil rektor bidang keuangan dan umum ut untuk mundur dari jabatannya karena terindikasi mencari keuntungan dari program-program kegiatan ut (pengadaan buku panduan untuk mahasiswa baru dan penambahan pengadaan fasilitas ut di daerah)
3. Menolak kenaikan suo (sistem ujian online) yang hampir 90 % dari harga sebelumnya yaitu dari rp.80.000,- menjadi rp.150.000,- yang terindikasi pihak jajaran ut hanya mencari keuntungan.
4. Meminta kepada jajaran rektor dan warek ut untuk bertanggung jawab terhadap prioritas tingkat kualitas ke-lulusan yang didapat mahasiswa/i ut yang tidak sesuai dengan pasal 5 uu no. 12 tahun 2012.
5. Meminta pertanggung jawaban rektor universitas terbuka terhadap pengajaran tutorial online yang jauh dari standar pendidikan tinggi.
6. Meminta pertanggung jawaban rektor universitas terbuka dengan adanya pengistimewaan terhadap mahasiswa yang mengikuti ttm dengan di janjikan total nilai yang didapat 50 % (hal tersebut terindikasi sama dengan jual beli nilai).
7. Meminta pertanggung jawaban rektor ut terkait dosen/tutor yang perbandingannya dengan mahasiswa melebihi kapasitas yang telah diatur oleh uu no. 12 tahun 2012.
8. Meminta pertangggunng jawaban rektor universitas terbuka terkait transparansi nilai atas problem nilai e terhadap kontribusi tuton sebesar 30 %, ttm 50 % kepada nilai uas.
9. Meminta pertanggung jawaban rektor ut terkait tidak adanya pelaksanaan permenristekdikti no. 55 tahun 2018 tentang ukm pib.
10. Mendesak kemenristekdikti untuk meninjau dan mencabut kembali sk rektorat ut karena rektor dan jajaran rektor ut diduga melakukan asas pemanfaatan jabatan.
11. Mendesak kepada kemenristekdikti untuk meninjau ulang fasilitas dan kegiatan belajar mengajar secara langsung baik tuton, ttm dan uas ut.
12. Mendesan kepada ban-pt untuk lebih proaktif meninjau dan menilai sistem belajar mengajar serta fasilitas yang diberikan oleh pihak management ut kepada mahasiswa/i ut.
13. Mendesak kementrian ristekdikti memanggil dan memecat rektor dan jajaran warek ut yang terindikasi menjadikan kampust univ. Terbuka sebagai ladang usaha dalam mecari keuntungan dan terindikasi melanggar pasal 5 uu no. 12 tahun 2012.

Pendidikan Tinggi (Dikti) | Laporan 526 kali dilihat