Kisah Sukses LAPOR!


Layanan yang cepat:

"Terima kasih untuk tanggapan dan klarifikasinya yang super cepat..."

Pelapor mengeluhkan proses layanan balik nama di kantor Badan Pertanahan Nasional Tigaraksa, Tangerang yang memakan waktu terlalu lama hingga 2 bulan. Padahal sesuai dengan informasi mengenai prosedur, layanan ini dapat diselesaikan hanya dalam 5 hari. Dalam waktu 50 menit setelah laporan didisposisikan, Badan Pertanahan Nasional langsung memberikan tindak lanjut bahwa permohonan balik nama telah selesai sesuai waktu yang ditentukan dan sudah dapat diambil semenjak waktu itu.

Hasil nyata yang memuaskan:

"Uang (pungutan liar) sebesar Rp. 20.000,- telah dikembalikan kepada saya."

Pelapor melaporkan adanya pungutan liar (pungli) atas pengurusan Kartu Keluarga di salah satu kelurahan di DKI Jakarta. Menerima laporan ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, memberikan respon kepada pelapor bahwa tidak ada pengenaan biaya dalam pengurusan Kartu Keluarga, serta melakukan tindak lanjut atas permasalahan yang dilaporkan. Selang beberapa jam saja pelapor mengkonfirmasi bahwa uang pungli sudah dikembalikan kepadanya oleh petugas kelurahan terkait.

Koordinasi antara Pemerintah Pusat dan wilayah:

"Terima kasih atas tindak lanjutnya, setelah didisposisikan, semua proses telah selesai. Kami sangat mengapresiasi atas bantuan yang diberikan oleh LAPOR!. Semoga kedepannya bertambah baik."

Pelapor mengadukan adanya indikasi pungutan liar dalam upaya pengembalian barang bukti persidangan kepada korban di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih, Lampung Tengah. LAPOR! mendisposisikan laporan tersebut kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, yang setelahnya langsung meminta informasi pelengkap kepada pelapor. Setelah dilakukan koordinasi, tindak lanjut membuahkan hasil. Proses pengembalian barang bukti persidangan kepada korban selesai 10 hari setelah laporan didisposisikan.

Pelaporan Tanpa Batas Wilayah:

"Saya dari pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih, kasus kapal nelayan KMN Hidup Bahagia V dan juragannya yang bernama La Mola telah selesai dan dinyatakan bebas, dan kini mereka telah tiba di Kupang"

Pelapor melaporkan adanya penangkapan terhadap nelayan Indonesia oleh otoritas Australia karena dinilai melanggar batas perairan Indonesia-Australia. Pelapor mewakili keluarga nelayan memberikan data dan informasi lengkap perihal identitas kapal dan awaknya serta koordinat penangkapan. Laporan ini diteruskan ke Kementerian Luar Negeri dan disalinkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dituntaskan. Melalui LAPOR!, Kementerian memastikan para nelayan berada dalam kondisi baik dan telah mendapatkan bantuan kekonsuleran. Tak lama kemudian akhrinya mereka dilepaskan dan diperbolehkan menggunakan kapalnya untuk kembali ke Tanah Air.

Untuk melihat tindak lanjut lainnya dari pemerintah, dapat lihat di sini.



Untuk mengetahui lebih lanjut tentang LAPOR!, kunjungi juga: tentang Lapor!
TENTANG LAPOR! & INFOGRAFIS LAPOR!
Petunjuk Lapor!
PETUNJUK & SYARAT PENGGUNAAN LAPOR!