Universitas Brawijaya

Jl. Veteran, Malang, 65145 0341551611 pidk@ub.ac.id
8 Des 2018, 16:02
Muhammad Sholihuddin Fuad
Android Ditutup oleh Admin

Saya M. Sholihuddin Fuad Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, ingin menanyakan pencarian dana PPA tahap 2. sekiranya kapan akan di cairkan ?

13 Nov 2018, 08:42
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

saya penerima beasiswa Pascasarjana Tenaga Kependidikan (PASTI) di universitas Brawijaya Malang angkatan 2018, ingin melaporkan sampai saat ini beasiswa yang rencananya dicairkan tiap bulan yg terdiri dari biaya hidup sebesar 15jt, buku 3jt, dan biaya penelitian 4 jt belum dicairkan oleh pihak kampus, padahal teman2 seangkatan kami di kampus lain seperti ITS, univ. padjajaran, UNDIP dan IPB sudah cair, mohon ditindak lanjuti karna kami penerima beasiswa hidup kesulitan di malang karna tunjanagan dll dari instansi kami sudah dihentikan, terima kasih

10 Okt 2018, 11:19
Hernawan Adi Saputro
Website Ditutup oleh Admin

Saya lulusan ilmu komputer 2008 Universitas Brawijaya..
saat saya mencoba untuk memverifikasi ijazah saya di alamat
https://ijazah.ristekdikti.go.id/index.php/
ternyata data tidak ditemukan.
mohon kiranya untuk Universitas Brawijaya khusunya fakultas ilmu komputer untuk mengupdate data tsb,
karena semua lulusan ilmu komputer yang sekarang sudah bergabung dengan teknik informatika tidak terdaftar

4 Okt 2018, 00:57
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Saya ingin menyampaikan pengaduan saya terkait semakin tumbuhnya penyebaran paham radikalisme di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Hal ini saya rasakan di hampir di setiap aktivitas perkuliahan sehari-hari. Ada seorang ibu yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil di kota Pontianak, satu kelas dengan saya di program Magister Ilmu Sosial FISIP Universitas Brawijaya angkatan 2018. Ibu itu bernama Yeni Arissa, S.STP, dan di kelas yang bersangkutan kerap kali menjabarkan tentang konsep Khilafah yang sering digaungkan oleh HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Walau sempat disindir oleh sejumlah dosen pengampu mata kuliah, ia tetap percaya diri dan bersikukuh untuk menjelaskan konsep pemerintahan Khilafah. Tidak sampai di situ saja, ia kemudian turut mengajak beberapa teman-teman muslimah untuk ikut berbagai pengajian dan kajian kritis di lingkungan Hizbut Tahrir. Ajakannya sempat ditolak oleh teman-teman, namun ia tak kehabisan cara. Ia pun memulai berbagai rangkaian aksi untuk mengajak teman-teman, mulai dari menjemput ke rumah secara langsung, dan melobi habis-habisan. Awalnya saya tidak tahu kalau dia adalah anggota tetap HTI, namun kecurigaan dengan hal yang tak wajar ini mendorong saya untuk melakukan serangkaian investigasi basis data mesin pencarian online. Ternyata ibu Yeni Arissa, S.STP yang bestatus sebagai Pegawai Negeri Sipil ini, adalah anggota tetap aktif muslimah Hizbut Tahrir Indonesia regional kota Pontianak, dan ia saat ini juga menjabat di dinas kependudukan dan catatan sipil, jadi saat ini ia sedang tugas belajar di Universitas Brawijaya.Yang paling meresahkan ia mulai mendoktrin mahasiswa di kelas dengan serangkaian diskusi ringan, isi/muatan diskusi tersebut tidak lain adalah diskusi gagasan mengganti ideologi pancasila, rezim kriminalisasi ulama, demokrasi buruk, dan opini tegaknya khilafah. Mohon ditindaklanjuti dan dilakukan deteksi dini karena hal ini meresahkan kami para mahasiswa yang masih setia pada konstitusi dan pancasila. Semoga Kemendagri bisa menepati janjinya dalam hal penindakan tegas dan ancaman sanksi serius kepada PNS/Apartur Sipil Negara yang tidak berlandaskan ideologi pancasila sebagai ideologi dasar. Mengingat yang bersangkutan sering mendebat pancasila yang dianggapnya tidak sesuai menjadi model bernegara saat ini, sehingga saya mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan tidak setia (disloyalitas) terhadap pancasila. Sekali lagi mohon ditindak tegas, karena menurut saya hal ini juga menjadi perhatian penting bagi kewaspadaan nasional. Terima kasih.
NB: Berikut saya lampirkan bukti beberapa bukti pendukung fisik berupa foto dan screenshot web mengenai keanggotaan yang bersangkutan di HTI, yang bersangkutan juga merupakan pembina tetap

1 Okt 2018, 04:58
628134974xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Saya Fahrika Arsy Utami dari Universitas Brawijaya. Lulus pada bulan Mei 2018. Status kemahasiswaan di pddikti maYth. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.Saya Fahrika Arsy Utami dari Universitas Brawijaya. Lulus pada bulan Mei 2018. Status kemahasiswaan di pddikti masih aktif dan ijazah saya blm terdaftar di sivil. Saya sudah menanyakan pihak kampus, mereka berkata bahwa data sudah di input. Namun saya cek masih belum terupdate datanya. Saya butuh data kelulusan saya untuk mendaftar cpns.

11 Sep 2018, 11:34
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Mohon sekiranya kemenristekdikti untuk menindaklanjuti kegiatan ospek di lingkungan fakultas teknik universitas brawijaya, karena menurut saya kegiatan ospek di fakultas teknik universitas brawijaya ada beberapa kegiatan yang tidak seharusnya terjadi dan tidak masuk akal dan melenceng dari keputusan direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan
Kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi
Republik indonesia
Nomor 096/b1/sk/2016
Tentang
Panduan umum pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Contohnya seperti makian dengan kata kata kotor, tindakan yang hampir menjurus kekerasan atau pukulan.
Selain itu untuk waktu sholat yang diberikan pun cukup tidak masuk akal juga, seperti waktu sholat ashar yang baru diberikan pukul 17.15 padahal untuk adzan maghrib di daerah malang adalah pukul 17.29 kemudian ada kegiatan yang diharuskan kumpul pukul 04.15 pagi, sedangkan untuk adzan sholat subuh di daerah malang adalah pukul 04.10 yang secara logika tidak mungkin kita sholat beserta wudhu hanya dalam waktu 5 menit.

26 Mei 2018, 19:21
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Dengan surat ini saya melaporkan pengaduan terkait Penerimaan Jalur mandiri SKPD Universitas Brawijaya 2018 yang menurut saya mohon maaf belum memenuhi kapabilitas dalam menyeleksi calon mahasiswa disabilitas karena adik saya yang bernama Agung Fadilah seorang disabilitas tuli yang memiliki bakat dan prestasi yang luar biasa dalam seni rupa ingin memilih prodi seni rupa murni, tetapi adik saya sangat terpukul hatinya tidak bisa memilih prodi jurusan yang dia inginkan karena dalam surat edaran laman situs web resmi https://selma.ub.ac.id/en/8261-2/ calon mahasiswa disabilitas yang memilih prodi seni rupa hanya Menerima Tunadaksa, ADHD, dan Autis. Dengan demikian saya ingin memohon kepada pihak Kemristek dan Universitas Brawijaya untuk menindaklanjuti permasalahan ini karena berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Kemudian berdasarkan UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas berhak mendapatkan mendapatkan pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan secara inklusif dan khusus. Sehingga saya mewakili adik saya meminta penjelasan secara terperinci, jelas, dan konkrit mengenai permasalahan ini agar ditanggapi dengan baik Kemristek maupun Universitas Brawijaya.

17 Okt 2017, 19:46
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Pendanaan beasiswa Bidik Misi (BM) di Universitas Brawijaya belum cair juga. Ketika sepupu saya mencari informasi, beasiswa BM semester pertama di UB akan cair di semester kedua. Jadi, uang akan cair dirapel dua semester. Setelah saya telusuri ke teman yang mendapatkan beasiswa BM di UB tahun 2010 ternyata sistemnya memang seperti itu sejak pertama kali dia masuk. Setelah semester berikutnya, pencairan BM akan normal seperti kampus yang lain. Yang ingin saya tanyakan, apakah sistem pencairan beasiswa BM tergantung otonomi kampus masing-masing? Mengingat, ketika saya terdaftar sebagai mahasiswa BM Unair tahun 2011, sistem pencairan tidak pernah seperti ini. Mohon untuk ditindaklanjuti, mengingat dana yang diberikan oleh pemerintah sangat berarti bagi sepupu saya untuk kelangsungan hidup, biaya praktikum, dan operasional kampus.

2 Feb 2017, 11:44
62812346xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Saya salah satu mahasiswa teknik sipil brawijaya ingin menanyakan , Di fakultas teknik sipil ini bila ingin sidang skripsi kan diwajibkan membayar 750 tapi tanpa ada kwitansi resmi apa itu disebut pungli? Nb : kalau mahasiswa masuk berasal dari SNMPTN hanya membayar 250 , sedangkan jalur MANDIRI 750

DIIKUTI OLEH