Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta

16 Jul 2016, 21:20
Copi S
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
saya sebagai warga Tebet merasa terganggu oleh anak-anak tanggung yang hampir setiap malam selalu membuat kebisingan di depan rumah. Sudah saya sampaikan dengan baik-baik untuk tidak beraktivitas didepan rumah namun mereka tidak menghiraukanya. Kami mohon kepada pihak terkait untuk menertibkan anak-anak yang selalu nongkrong yang dapat mengganggu istirahat dan keresahan warga. Demikian saya sampaikan saya ucapkan terima kasih.

12 Agu 2015, 14:41
Anonim
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth Pemprov DKI Jakarta, saya ingin melaporkan adanya pedagang kaki lima yang berjualan diatas trotoar. Mereka berada dijalan Kwini disamping Halte Busway Atrium sampai mengarah ke Kantor Pajak Senen (Terlampir gambar di jalan Kwini yang garis merah)
dan didepan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat yang mengarah ke Jalan Abdul Rahman Saleh 1. Disini juga banyak pedagang yang sudah membuat permanen bangunannya di atas Trotoar (Terlampir gambar di jalan Kwini I yang garis merah). Tolong ditertibkan karena malah membuat masyarakat tidak berjalan di trotoar. Kembalikan Fungsi trotoar menjadi tempat Pejalan Kaki. Terima kasih

26 Mei 2015, 23:37
Anonim
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth Pemprov DKI Jakarta


Bersama ini dengan hormat kami sampaikan kondisi jalan di depan Stasiun Jatinegara yang demikian semrawut. Puluhan bahkan ratusan pedagang baju, makanan dan aksesoris dengan seenaknya mengokupasi setengah lebih badan jalan yang hanya memiliki dua lajur. Akibatnya adalah kemacetan total, dimana jalan yang hanya sepanjang 200 meter harus ditempuh dalam waktu 45 menit. Hal ini diperparah dengan ratusan angkot yang seenaknya ngetem dimana kondisi jalan hanya tersisa satu lajur saja.

Keadaan seperti ini sudah berlangsung tahunan dan berlangsung tepat di depan mata para aparatur negara (Lokasi stasiun hanya beberapa puluh meter dari Polres Jakarta Timur). Namun pihak walikota Jakarta Timur, Pol PP dan Polres Jakarta Timur sepertinya tutup mata dengan kondisi seperti ini. Pihak kepolisian dalam hal ini sepertinya lebih tertarik untuk menilang pengendara bermotor yang melintas di jalur busway depan stasiun jatinegara ketimbang menertibkan angkot yang ngetem di jalan yang hanya tersisa satu lajur tersebut.

Sebagaimana Bapak-Bapak ketahui, Jl. Raya Bekasi Barat di depan Stasiun Jatinegara merupakan jalan arteri penghubung kawasan Jakarta Pusat dengan Kawasan penyangga di timur via Jl. I Gusti Ngurah Rai. Dengan lumpuhnya akses jalan tersebut, maka menyebabkan arus kendaraan yang menuju ke kawasan penyangga di Timur beralih ke Jl. Cempaka Putih dan Jl. Pramuka, sehingga memperberat beban lalu lintas di kedua Jalan tersebut. Apabila akses jalan di depan Stasiun Jatinegara dapat dibenahi, maka dengan sendirinya akan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di cempaka putih dan pramuka, karena arus kendaraan yang menuju kawasan penyangga timur dapat terdistribusi dengan baik.

Kami menengarai kondisi ini dapat berlangsung dengan tanpa intervensi dari aparat penegak hukum maupun aparat tramtib dikarenakan adanya indikasi pungli yang dilakukan oleh aparat kepada para pedagang sehingga mereka dapat dengan bebas dan tanpa rasa bersalah, berdagang sampai memakan separuh lebih badan jalan. Mohon segera ditindak lanjuti.

Terima kasih.

20 Apr 2015, 20:33
Deden Cahyadi
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth. Pemrov DKI jakarta

Saya ingin Melaporkan bahwa ada Pedagang kaki lima berupa sepeda, gerobak, pikulan, stand kecil yg berjejer di sepanjang taman yg bertanda dilarang Parkir di Bundaran Citra Garden II, Pegadungan, Kalideres, Jakarta barat.
Berikut saya lampirkan ketika saya foto jam 4 sore dan ini makin malam makin rame karena banyak motor yg parkir dipinggiran sambil duduk makan di sepanjang area tersebut (tepatnya di gerbang masuk BLOK G perumahan citra 2 nya, sekitar taman depan nya)
Maaf Foto sebagian ketutup mobil lewat.
Mohon Segera Ditertibkan supaya kenyamanan warga citra garden 2 tetap bisa di jaga. Kembalikan kenyamanan citra garden 2 kembali. Terima Kasih
Catatan : sudah berlangsung sejak lama.belum ada tindakan walau sudah dilaporkan.
karena ini masih berada didalam komplek nya

4 Apr 2015, 02:51
Rumenti Simbolon
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth Pemprov DKI Jakarta.

Selamat Siang/Sore dan pihak yang bersangkutan, mohon ditindak segera untuk para PKL/gerobak makanan yang semakin kumuh yang berada di sekitar citra garden 2, ditertibkan dan dipindahkan ke tempat yang tidak mengganggu keindahan dalam komplek perumahan sebab jadi banyak pada nongkrong khususnya di Bundaran Citra Garden 2, Kalideres Pegadungan Jakarta Barat, harus ada tindakan tegas dan diberi sangksi serta di beri penanda rambu lebih jelas.

Terima kasih.

13 Mar 2015, 13:34
Cynthia Lembang
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth. Pemerintah DKI Jakarta
Saya ingin melaporkan di Bundaran Citra Garden 2, Kalideres, Pegadungan (bukan citra 2 ext) menjelang sore hingga malam banyak PKL /Gerobak yang berjualan di Bundaran Citra Garden 2 di pinggiran taman deket pintu masuk BLOK banyak gerobak gorengan, gerobak makanan ringan lainnya sudah jelas jelas daerah di Bundaran Citra Garden 2 (ada plang dilarang parkir) malah dijadikan tempat jualan. Banyak motor suka parkir di pinggiran deket taman tersebut dan membuat kesan kumuh jadi nya. Dimohon pas di bundaran dipasang plang dilarang berjualan seperti yang dilakukan Citra 2 Extension. PKL gerobak ini mohon ditindak, selain bikin kotor , merusak keindahan dan mengganggu kenyaman warga Citra Garden 2 Terima Kasih (mohon jangan di edit supaya subtansi isi laporan makna nya gak berubah)

7 Okt 2014, 20:23
Anonim
Website Ditanggapi oleh Pelapor

PKL malam hari sekitar pasar pecah kulit ( bawah rel kereta api sampai ke gang menuju pasar pecah kulit) semrawut mohon di tertibkan. Saya warga pasar pecah kulit sudah puluhan tahun tinggal wilayah, rt 002 rw 001 , Kecamatan Tamansari , Pinangsia , Jakarta barat. Mohon ditertibkan para PKL malam hari di sekitar wilayah tersebut menurut saya sebagai warga sangat terganggu oleh ulah mereka: 1.jalan raya pangeran jayakarta yang harusnya lebar diambil untuk lapak dagang mereka menyebabkan kemacetan , mobil hanya bisa lewat 1 jalur saja yang harus nya bisa 4 mobil. 2. pencurian listrik marak terjadi sepertinya difasilitasi oleh preman / rt / rw setempat 3. mendirikan lapak permanen sepanjang jalan di atas gorong-gorong sehinggga penuh sampah dan membuat banjir dikala musim hujan 4. para pedagang yang sampai pagi dini hari membuat lingkuangan jadi berisik , seperti pedagang dvd bajakan seolah2 bukan tindakan melanggar hukum, menyebabkab suara gaduh yang sangat mengganggu warga yang tinggal di sekitar nya, 5. marakny penjual / penggosok batu sekarang ini yang berjualan sampai subuh dini hari menyebabkan ketidak nyamanan. Mohon dipantau dan ditertibakan mereka beraktivitas mulai sore hari jam 4 jam 5 sampai tengah malam / dini hari. Terima kasih.

5 Okt 2014, 15:13
Claraemanuella Emanuella
Website Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth Pemprov DKI Jakarta, saya ingin melaporkan masih banyak Pedagang Kaki Lima di Sekitar Tanah Abang yang banyak berkeliaran . Ada petugas Satpol PP tetapi hanya didiamkan dan tidak ditertibkan. Mohon segera ditindak lanjuti. Terima kasih.

13 Agu 2014, 13:04
628772849xxxx
SMS Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya ingin melaporkan pedestrian di sepanjang Jl. Sudirman sudah tidak nyaman karena banyak pangkalan ojek dan seringkali digunakan sebagai area parkir kendaraan pribadi. Kondisi trotoar saat ini kurang memadai. Mohon tindak lanjut dari dinas terkait untuk dapat menertibkan pangkalan ojek dan parkir tersebut, terima kasih.

5 Jun 2014, 08:30
Windy Yuswita
Android Ditanggapi oleh Pelapor

Kepada Yth Pemprov DKI Mohon satpol PP bisa lebih maksimal kerjanya terutama di daerah pasar petojo. Jalur trotoar di sebelah kanan sudah bersih dari pedagang kaki lima dan bangunan2 non permanen namun tidak ada kontrol sehingga mulai ada lagi pedagang2 yang mulai membangun tenda, meletakkan barang2 jualannya dll. Menurut pendapat saya kalau memang tidak dikontrol, lebih baik dari awal tidak usah digusur biar mereka juga bisa jualan dengan nyaman daripada setengah2. Atau jangan2 mereka kasih uang ke satpol PP nya sehingga bisa kembali menggunakan jalur tersebut untuk berjualan? Terima kasih

DIIKUTI OLEH