PT Angkasa Pura II (Persero)

Gd. 600 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta PO BOX 1001 JKT 19120 (62-21) 550 5079, 550 5074 webmaster@angkasapura2.co.id
11 Feb, 09:08
Donesa Rucci
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Mohon untuk ditindak lanjuti, Sopir Taxi Puskopau di Bandara Bandara Sultan Syarif Kasiem II
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Kejadian Tanggal : 10/02/2020
Hari : Senin
Pukul : 17:30 - 18:00 WIB
Plat : (Tidak tercatat tapi nomor plat ada 16)
Ciri - Ciri Sopir : Menggunakan cincin batu hijau di tangan jari manis kiri dan tinggal di Pandau
dan Pada Karcis Parkir Taksi tidak dituliskan oleh petugas Puskopau nomor lambung Mobil.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Sopir sengaja mematikan agro, saya tanya mengapa mati dan menjawab nanti menggunakan tarif minimal, awalnya saya minta antar ke rumah makan di jl. khairudin nst namun saya lupa nama rumah makannya, sampai pintu keluar bandara sopir selalu bertanya padahal jelas saya bilang akan menunjukkan jalannya karena terlalu mengganggu saya minta diantar ke rm. angkringan di jl. arifin ahmad.

sampai dirumah makan supir minta tarif Rp. 50.000 padahal jarak tidak jauh dari bandara dan saya menolak untuk memberikan tarif tersebut. supir malah menuduh saya memberikan alamat tidak jelas dan ingin gratis. padahal jelas pada TIKET jika agro mati GRATIS. dan dia menekan saya untuk memberikan uang Rp. 40.000 saya juga menolak namun istri saya memberikan uang tersebut.

Mohon ditindaklanjuti sopir nakal yang melakukan pemerasan terhadap penumpang khususnya DIBANDARA, saya kemarin sedang membawa istri yang sedang hamil. dan karena sopir tersebut istri saya menjadi takut dan saya tidak sempat mencatat plat nomor kendaraan.

Terima kasih

9 Jan, 18:13
Harry Orga
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Saya mau tanya apakah Angkasa Pura termasuk dlm wewenang BUMN?

Saya sdh sering kali terbang melalui terminal 3 soekarno hatta, yang baru selesai dibangun. Yang digembor2kan airport yg harusnya bagus.

Entah kenapa setiap kali memasuki terminal tsb ingin rasanya menyampikan masukan tapi baru kali ini baru saya tulis. Semoga bs diresapi dgn open mind.

Terminal tsb adalah bandara baru yg penggunaan dananya sangat besar namun aneh menurut saya kualitasnya sangat biasa saja. Ac bahkan tidak dingin khususnya di departure international siang hari dan cenderung panas hingga buat pengunjung keringatan. Baru kali ini sy rasa diairport bisa keringatan.
Lampu gelap remang2 kalau malam.
Tidak mewah sama sekali untuk sekelas airport yang baru selesai dibangun.
Jangankan di compare dengan changi airport. Dicompare dengan suvarnabhum dan KLIA saja msh kalah Bagus. Padahal airport mreka dibangun lbh dulu dan jauh lebih tua dari kita namun kualitas nya jauh lbh baik.

Cukup miris mengatakan bahwa bangsa indonesia tidak bs memiliki airport kelas dunia. Saya tdk mau berasumsi, tapi menurut saya tidak mungkin indonesia tdk punya uang dan Keahlian dalam membuat bandara yg baik.

Satu poin lagi, tanpa bermaksud menjelekan, saat mendarat di terminal 3 saya dilayani di lounge garuda premium. Yang didekat pengambilan bagasi. Jujur saja lounge premium tsb dibanding dgn lounge standard changi saja tdk lbh baik sama sekali.

Saran saya sebagai menteri, dpr atau pejabat terkait coba sekali2 sidak sebagai rakyat biasa. Coba layanan standard Dari bumn kita. Nanti banyak insight yg bs didapat. Jgn datang dgn pemberitahuan. Krn saya sering liat BUMN kita kalau ada pejabat sering menutupi hal2 yg kurang baik tsb.

Dan satu lagi pada saat sy mendarat di airport tsb krn jalannya cukup jauh saya menunggu mobil buggyyg disediakan utk pengunjung, namun infonya mobil tsb tdk boleh dipakai Utk umum saat itu krn di book hanya utk vip anggota dpr yg mau turun. Kalo menurut saya dpr itu dewan perwakilan rakyat. Yah kalau rakyat jalan, DPR juga harus jalan. Ini small thing tapi ini menunjukan budaya pimpinan bangsa kita.


Semoga bermanfaat.

10 Des 2019, 18:01
Ricard
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Autogate terminal 3 soekarno hatta sering gagal. Sudah lebih dari 1 tahun dan tidak ada tanda-tanda perbaikan.

7 Nov 2019, 18:37
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Saya selaku pengguna rutin angkutan udara merasa kecewa dengan pelayanan terminal 3 bandara sukarno - hatta, berikut keluhan di terimal keberangkatan:
1. jalan menuju ke pemeriksaan lebih panjang dibanding terminal lainnya, orang yang lanjut usia/ ibu hamil tidak mendapat pelayanan yang memadai
2. apabila kita mendapatkan gate posisi ujung, maka tidak mustahil kita akan tertinggal pesawat apabila tidak memiliki spare waktu di atas 30 menit, mengingat jalan ke arah gate yang panjang, dan mobil elektik penolong ke gate cenderung lama dan banyak antriannya
adapun keluhan kami di terminal kedatangan:
1. waktu yang dibutuhkan untuk keluar dari bandara relatif lama, pernah di suatu malam pesawat saya mendarat dan ternyata petugas gerbarata nya belum siap, sehingga memakan 30 menit sampai pintu tersambung gerbarata, profesionalitas petugas dipertanyakan
2. begitu turun pesawat, masih menunggu bus, dan ternyata masuk gedung terminalpun masih panjang jalan kaki ke pintu keluar, butuh sekitar 20 menit apabila kita masuk dari ujung gate kedatangan
3. keluar dari gedung terminal 3 kedatangan, masih ditambah kendala, taxi reguler yang awalnya gampang didapatkan, sekarang yang tersedia hanya taxi permium, harus membayar di muka dengan nominal berkali lipat dari taxi reguler. mungkin asumsinya semua penumpang garuda memiliki uang lebih untuk naik taxi permium, namun di sisi lain, sistem ini setengah memaksa penumpang yang tidak tahu (mungkin baru pertama ke jakarta atau indonesia) untuk memakai taxi premium. apabila penumpang beruntung menemukan antrian taxi reguler, maka kemudian dihadapkan antrian yang mengular, kadang tanpa no antrian (adakah mesin antrian sengaja rusak?), tempat menunggu tanpa ac dan tempat duduk yang tidak memadai.
demikian unek-unek yang kami rasakan untuk terminal 3 soekarno-hatta yang katanya internasional, atas tindak lanjutnya kami haturkan terima gajih.

14 Agu 2019, 11:31
Arif Nur Fauzi
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Busway bandara pekanbaru di website nya tiap 15 menit sekali, tapi nyatanya saya menunggu dari jam 11.00 sampai 11.31 baru busnya datang.

9 Agu 2019, 14:40
628116648xxxx
SMS Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Lambatnya pelayanan checkin di counter 16 lion di terminal 1 b soeta , pada tgl 09-agus-2019 karena ada petugas melayani kerabatnya mengambil antrian org yg telah berjejer lama sehingga terpotong waktu lebih kurang 1 jam, pada puku 12.30 wib, mhn didik disiplin petugas checkin bandaranya tks.

9 Agu 2019, 14:40
628126624xxxx
SMS Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Lambatnya Pelayanan checkin di counter 16 lion di terminal 1 B soeta , Pada tgl 09-agus-2019 krn ada petugas melayani kerabatnya mengambil antrian org yg telah berjejer lama shg terpotong waktu lbih kurang 1 jam, pd puku 12.30 Wib, mhn didik disiplin petugas checkin bandara nya tks.

15 Jul 2019, 14:31
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Saya yang bertanda tangan dibawah ini
nama : kholid ismail.sh
tempat/tgl lahir : medan 02 nopember 1981
alamat :jl medan batang kuis,sei rotan gg marsum deli serdang
pekerjaan : membawa becak bermotor(betor)
no hp : 082120573151

dengan ini saya memberitahukan kepada bapak presiden,saya lulus mengikuti seleksi calon karywan pt.angkasa pura ii,namun disini saya di beritahukan untuk mengikuti test selanjutnya ke jakarta . saya tidak dapat mengikuti test ke jakarta dikarenakan saya tidak mempunyai uang sepeserpun,karena disini segala biaya administrasi ditanggung oleh peserta sementara,selanjutnya akan diganti setelah sampai dijakarta.
berikut adalah berkas berkas yang saya terima dari pihak pt angkasa pura.

14 Jul 2019, 22:23
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Mohon diperhatikan lagi monopoli angkutan di bandara halim. penumpang tidak diperkenan memilih armada sesuai keinginan, tergantung urutan yang didapat. dan parahnya harganya sudah di mark-up. minimum payment 50ribu rupiah (berapapun argonya), ditambah charge bandara 10ribu, dan parkir 5ribu. jadi walau hanya keluar bandara saja harus membayar 65ribu. mohon ditindaklanjuti pak. bandara halim ini sarana umum. jangan sampai disalahgunakan untuk mencari keuntungan segelintir pihak.

14 Jul 2019, 17:21
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Petugas soekarno hatta t3 kedatangan bagian x-ray declared goods kurang ajar (kejadian dapat dilihat di cctv seokarno hatta terminal 3 kedatangan pukul 16.20 tgl 14 juli 2019 hari minggu).

kronologinya adalah:
1. saya antri di jalur "tidak ada barang yang dideklarasi (no goods to declare)" karena saya dan suami memang hanya stay di singapura 1 malam untuk menghadiri perkawinan rekan jadi hanya membawa 1 tas mini backpack 22cm x 30 x 11cm (tas saya: hermes kelly ado ii), 1 tas backpack medium (cenderung kosong dan sangat ringan milik suami) dan 1 kabin yang juga cenderung kosong.
2. kami antri di belakang kelompok ibu ibu berhijab dengan bawaan koper bagasi yang besar terlihat penuh sesak dan tas tas besar lainnya.
3. ibu2 berhijab tersebut dibebaskan petugas dari mesin x ray meskipun koper dan tas nya besar dan terlihat sangat penuh barang, sedangkan kami disuruh ke x ray walaupun tas kami jauh terlihat lebih kecil dari ibu2 yang dibebaskan petugas tadi.
4. kami sudah merasa sedikit aneh apakah kami didiskriminasi karena kami terlihat seperti kaum minoritas? namun kami diam saja dan taat antri di mesin x ray.
5. setibanya giliran kami di mesin x ray yang lintasannya sangat kotor karena roda koper2 besar di scan di jalur tersebut, suami saya memasukan koper kabin kecil kami dan lalu menanyakan apa tidak ada baki agar tas tidak rusak? lalu petugas hanya bilang "sudah taro saja.. rusak ya gapapa" (petugas sangat kurang ajar) padahal kita tanya baik2.
6. petugas bilang "kami memang di bandara tidak pernah menyediakan baki tas".. maksudnya apa? apa soekarno hatta segitu tidak modalnya sampai baki tas plastik pun tidak ada. lalu saya bilang ke dia "bapak kalau mau periksa tas saya, periksa saja tapi saya ga mau letakan di lintasan x ray karena sangat kotor".
7. petugas lalu mengejar2 saya untuk memeriksa tas kecil saya. petugas bilang begini "santai saja bu.. kemarin ada yg pakai hermes juga masukin saja ke lintasan x ray. pada santai yg punya hermes". petugas ini rasanya harus diberi tindakan lanjutan dan training sopan santun karena sangat tidak simpatik dan bukannya diam saja malah bikin saya panas dengan mengatakan hal2 yang jelas jelas menyindir dan menyinggung saya.
8. saya mau menanyakan apakah memang prosedur nya seperti itu untuk periksa barang? atau hanya karena kami terlihat seperti kaum minoritas jadi mendapatkan perlakuan tidak layak? serta baki tas jelas harus ada. mall saja ada, masa t3 kedatangan soekarno hatta bagian x ray declared goods tidak sediakan?

saya sebagai warga yang taat bayar pajak sangat kecewa kalau negara mempekerjakan orang orang seperti petugas tersebut.

mohon tindak lanjutnya karena di singapura yang sangat ketat saja dan sangat maju, keamanan dapat dijaga tanpa menyinggung orang apalagi warga negaranya sendiri.. saya yang hanya turis merasa jauh lebih dihargai di negara lain ketimbang di negara sendiri. percuma airport mewah kalau petugas gagal bertatakrama. menjalankan tugas keamanan harus dengan amanah yang juga saling menghargai sesama warga negara, bukan menyudutkan dan asal perintah tanpa empati dan simpati.

DIIKUTI OLEH