Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

28 Jan, 22:59
Robert Agustinus Kurniawan
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Judul perundungan di sma stella duce 1 yogyakarta

saya mempunyai masalah tentang sekolah anak perempuan saya. anak saya bersekolah di sekolah sma
stella duce 1 yogyakarta di jalan sabirin kec. gondokusuman, kota yogyakarta. sekarang anak saya kelas 11. permasalahan dimulai saat kejadian saya sebagi orang tua terlambat melakukan pembayaran uang upp sekolah. saya baru melunasi setengahnya.
peristiwa yang sangat saya sesali adalah dari pihak tata usaha sekolah memberikan surat daftar tunggakan berisi nama dan nominal tunggakan yang di berikan ke siswa ketua kelas. untuk di bacakan di kelas. anak saya jadi malu dan tidak semangat. anak saya crita ke saya. saya mencoba mencari info ke guru. apakah betul peristiwa tersebut terjadi. ternyata dari guru membenarkan. setelah kejadian tersebut maka karena demi anak saya paksakan mencari pinjaman dari manapun juga.
setelah kejadian itu mulailah terjadi hal hal lain yg tidak menyenangkan. seperti penahanan kartu ujian.
bila menurut aturan yang dikeluarkan pihak sekolah bahwa bila belum membayar spp tidak dapat kartu ujian. dan bila tidak membayar upp tidak terima rapot. tetapi setelah saya lunasi uang spp anak saya tetap
tidak mendapat kartu ujian langsung dan harus menghadap kepala sekolah. setelah menemui kepala sekolah maka ditanyakan uang tunggakan upp. karena itu demi dapat kartu ujian saya cari pinjaman lagi.
karena dari pihak sekolah mulai mengada-ada peraturan yang ada. saya merasa putus asa utk melunasi upp karena benar benar sudah tidak mampu. karena putus asa saya mencoba cari jalan keluar ke departemen pendidikan setempat. dari dekdikbud di sarankan untuk menghadap kepala sekolah dan bilang bahwa saya sudah dari dekdikbud. kemudian saya lakukan saran itu. tetapi balasannya seperti di permainkan. sekolah berkata kalo sekolah banyak di tipu oleh orang tua wali yang beralasan tidak punya uang tetapi mereka sebenarnya orang kaya.
saat kelas 10 anak saya semester 1 dan 2 tidak dapat membawa pulang rapot. peristiwa di atas selesai dengan sekolah akhirnya membebaskan saya utk tidak melunasi hutang upp.
masalah timbul setelah kejadian di atas. anak saya jadi sering tidak masuk ke sekolah . lalu saya mencoba minta tolong guru bp utk membantu memulihkan anak saya supaya semangat. sekolah berjanji membantu.
usaha saya dan sekolah sementara berhasil. lalu sekitar bulan nov 2019 ini anak saya kembali lagi tidak masuk sekolah tiap hari kamis. sudah saya usahakan mencari penyebabnya anak saya bungkam tidak mau omong. saya coba kembali minta bantuan sekolah untuk membantu mencari masalah apa dari anak saya. sekolah mau membantu. tetapi anak saya tetap tidak mau bicara penyebab tidak mau masuk sekolah.
sampai sekitar akhir november saya dikejutkan berita dari anak saya bahwa wali kelasnya berbicara di dalam kelas pada saat anak saya masuk. wali kelas berbicara ke seluruh murid. "anak anak dalam kelas kita ada
anak yang sering tidak masuk hari hari selasa dan kamis to, terus terang bapak sudah cape urusi satu anak itu, tau to siapa anaknya?" murid menjawab tau dong pak.
yang saya sesali dari peristiwa tersebut, saya sedang mencari alasan kenapa anak saya tidak masuk juga di bantu oleh guru bk. belum menemukan masalah guru wali kelas anak saya sudah melakukan kembali
mempermalukan anak saya di depan teman temannya.
apakah tindakan seorang guru wali kelas sekaligus guru agama tersebut dapat di benarkan. akibat tindakan dari guru wali kelas tersebut memberi contoh kepada murid lainnya cara yang tidak benar dan mempermalukan anak saya depan kelas.
kemudian setelah peristiwa tersebut istri saya di panggil ke sekolah untuk bertemu dengan guru bp. pada saat itu hadir pula guru wali kelas itu. wali kelas dengan nada cetus bilang :
1. anak saya mengada ada sakit sikhisnya. sakit sikhis itu harusnya cepat sembuh. katanya anak lain yang gagar otak dan patah tulang aja kembali semangat. anak saya di tuduh mengada-ada alasan tidak masuk.
2. anak saya akan di berikan nilai c untuk pelajaran agama dan pkn karena dianggap tidak jujur. sehingga dengan nilai c di salah satu pelajaran itu maka konsekuensinya tidak naik sekolah. guru wali kelas tidak akan tahu alasan anak saya tidak masuk sekolah kalau saya tidak meminta tolong guru bp untuk menyemangati anak saya. seharusnya bantuan yang saya dapat tetapi malah pemberian nilai secara sepihak tanpa melihat penyebabnya
3. menyarankan anak saya pindah sekolah karena tidak bisa mengikuti sekolah.
sekolah yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak. sekolah dapat melindungi, mendidik, mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang baik, tetapi ini sekolah melakukan intimidasi dan menghancurkan masa depan anak. sekarang anak saya sdh putus asa akibat masalah tersebut.
saya telah membuat laporan ke kemendikbud, itjen.kemdikbud, dan kpai dan sudah melengkapi bukti rekaman pembicaraan tetapi belum dan tidak mendapat tanggapan dan tindak lanjut.
kpai hanya menyarankan agar anak saya keluar saja dari sekolah karena kondisi sekolah tidak kondusif.
anak saya sudah di lecehkan dan di bully oleh sekolah. anak saya menjadi
trauma tidak mau sekolah.
kami mencari keadilan dengan cara yang benar dan menurut aturan yaitu melaporkan sekolah ke institusi pemerintah yang membawahi pendidikan dan institusi perlindungan anak. tetapi tidak ada tindak lanjut.

25 Jan, 04:32
Wahyudi Hariyanto
Facebook Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Pak saya mau laporan lampu penerangan jalan mati.Yang mati sebelah Utara Polsek tepus lama , alamatnya prigi Sidoharjo tepus gunungkidul

DIIKUTI OLEH