Pemerintah Kota Probolinggo

Jl. Panglima Sudirman No. 19 0335-422135 diskominfo@probolinggokota.go.id
Sampaikan Laporan Anda
Perhatikan Cara Menyampaikan Pengaduan Yang Baik dan Benar info-complaint
Tentang Instansi

1. Ukuran Lambang : 28 x 36 cm

2.Bentuk Lambang : Perisai;

Dimaksudkan sebagai tanda perkenalan dalam perjuangan menegakkan  kemerdekaan negara dan daerahnya yang telah tercapai.

3. Dasar Biru Muda : melambangkan Kota Probolinggo sebagai daerah pantai.

4. Isi :      a. Bintang bercahaya dengan sinar keemasan.

b. Daun Anggur dan Daun Mangga sebagai hiasan, tidak berwarna.

5. Arti Bintang :

”Probolinggo” yang ada hubungannya dengan cerita kuno, yaitu jatuhnya sebuah benda bercahaya (meteor) – dalam lambung dilukiskan sebagai bintang dan tempat jatuhnya benda tersebut oleh raja-raja dahulu dipilih sebagai tempat untuk mendapatkean perdamaian dan mengakhiri perselisihan.

PROBO dalam bahasa Sansekerta berari sinar, sedang LINGGA berarti tanda, dalam hal ini tanda perdamaian. Dapat juga diartikan : asli atau sederhana (seperti perwujudan seluruh lambang yang sederhana).

Dengan lambang ini diharapkan jiwa nurani segenap penduduk Kota probolinggo selalu mendapat tuntunan cahaya terang sehingga sehingga alam pikiran dan perbuatannya selalu ditujukan pada usaha tercapainya masyarakat adil makmur,s esuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

6. Daun Anggur dan Mangga : Mengingatkan Kota Probolinggo sebagai penghasil buah-buahan Anggur dan Mangga yang terkenal seluruh Indonesia.

Berita

Bawa Bingkisan Timbangan, Aminah Hadi Datangi 7 Posyandu di Kecamatan Kademangan

KADEMANGAN – Kegiatan Sambang Posyandu oleh Ketua TP PKK Kota Proboli...

selengkapnya..

KADEMANGAN – Kegiatan Sambang Posyandu oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo berlanjut pada Kamis (24/8) pagi. Hari itu, posyandu yang disambangi sebanyak tujuh titik. Yaitu, Posyandu Lili IB di Jl. Soekarno Hatta Kel. Pilang, Posyandu Anggrek di Perum Bromo Kel. Ketapang dan Posyandu Himalaya di Jl. Himalaya Kel. Triwung Lor. Tiga titik lainnya di Posyandu Kenanga Jl. Prof  Hamka Kel. Kademangan, Posyandu Melati di Blok Jurang Kel. Kademangan dan Posyandu Kenanga di Jl. Nangka Kel. Pohsangit Kidul. Terakhir, Posyandu Dahlia di Jl. Srikaya Kel. Pohsangit Kidul.

Di Posyandu Kenanga, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Aminah Hadi Zainal Abidin, disambut meriah oleh para ibu dan balita yang mengikuti kegiatan posyandu ini. Bunda Aminah pun bertanya, “Pernah di-cancel ya di sini?” pertanyaan itu serentak dijawab ibu-ibu posyandu “iya bu,” ujar mereka kompak. Namun saat diberitahu bahwa kegiatan Ketua TP PKK Kota Probolinggo sangat padat, mereka pun dapat memahaminya. Aminah Hadi mengatakan, dirinya terpaksa menunda kunjungan ketika ada kegiatan lain yang sifatnya mendadak. “Namun saya diberi pesan oleh Bapak Wali Kota Probolinggo untuk menyampaikan oleh-oleh dari pemkot ini secara langsung. Jadi lebih baik saya cancel kemarin, namun saya berikan sendiri hari ini,” ungkapnya.

Dalam acara ini, beliau bersama TP PKK Kota Probolinggo memberikan bingkisan berupa kursi, meja, timbangan digital bayi, timbangan injak balita, dan loker. Selain itu, beliau juga memberikan pesan kepada kader Posyandu Kenanga agar merawat apa yang telah diberikan. “Semoga bermanfaat ya ibu, tetap semangat para kadernya dan juga ibu-ibu dalam mengikuti posyandu,” terangnya.

Selain memberikan bantuan perlengkapan posyandu, Bunda Aminah juga memberikan hadiah kepada salah satu balita berupa tumbler sebagai kenang-kenangan. “Masya Allah anak-anak di sini sehat semua ya,” ujarnya sambal menyalami salah satu balita yang tersenyum.

Pada akhir acara, ibu-ibu dan para balita melakukan sesi foto bersama Bunda Aminah dan dilanjut dengan kegiatan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan  pemberian imunisasi pada balita. Sementara itu, bagi para balita yang tidak hadir, akan dikunjungi secara langsung ke rumahnya oleh para kader Posyandu Kenanga. Pada event ini sebanyak 90 balita hadir bersama ibunya. Ketua Posyandu Kenanga, Siti Rohma mengatakan kegembiraannya karena dikunjungi Ibu Wali. “Sangat senang sekali, karena telah disambangi oleh ibu wali, kegiatan ini pertama kali dilakukan disini,” ungkapnya. (uin/qie)

Bantu Ponpes, Pemkot Memulai Pembangunan Fasilitas untuk Santri

KANIGARAN - Pemkot Probolinggo...

selengkapnya..

KANIGARAN - Pemkot Probolinggo melalui Dinas PUPR memberikan bantuan pembangunan untuk pondok pesantren (ponpes) yang ada di kota setempat. Groundbreaking atau peletakan batu pertama berlangsung Kamis (24/8) siang.

Lokasi pertama, berada di Pondok Pesantren An Nur yang terletak di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Di ponpes tersebut akan dilakukan renovasi pada asrama santri putri program  tahfiz. Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin sendiri yang memimpin peletakan batu pertama.

Gus Badrudin Munir, perwakilan dari Ponpes An Nur menuturkan jika santri penghafal Alquran semakin banyak. Karena itu bantuan berupa pembangunan asrama putri sangat mendukung kenyamanan mereka. "Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Habib Hadi, karena setiap tahun di ponpes ini melahirkan santriwati hafiz quran 30 juz. Semoga menjadi ladang ibadah bagi kita," ujarnya.

Mewakili Wali Kota, Kapolres AKBP Wadi Sa'bani mengatakan jika sarana pendukung ini bisa memberikan kenyamanan bagi santriwati hafiz quran di ponpes An-Nur. "Diawali dengan niat baik, dimanfaatkan dengan baik maka kita juga akan memperoleh berkah dan kebaikan," imbuhnya.

Sementara itu, lokasi kedua ada di Pondok Pesantren Zainul Islah yang beralamatkan di Jalan Cokroaminoto Gang Listrikan Nomor 232. Secara simbolis Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin bersama dengan pimpinan Ponpes Zainul Islah Imam Hakim, Dandim 0820 Letkol ARM Heri Budiasto, Kapolresta AKBP Wadi Sa’bani, Ketua Pengadilan Nergeri Yusti Sinianus Radja menyiram sebuah timba oranye yang berisi adonan semen sebagai simbol peletakan batu pertama. Adonan semen itu kemudian dituangkan di dalam tumpukan batu di dalam lubang yang menjadi pondasi pembangunan aula dan ruang kelas. 

Mewakili Habib Hadi, Dandim Heri mengaku bersyukur meskipun di panas terik matahari siang itu menjadi dimulainya proyek pembangunan untuk PP Zainul Islah. ”Sungguh siang hari ini merupakan siang yang sangat berbahagia di bawah terik matahari, ya masih hangatlah. Jadi bagus untuk Kota Probolinggo yang sampai hari ini masih kena Angin Gending,” bukanya mengawali sambutan.

Proyek pembangunan ini dinilai sebagai terobosan bagus. “Pembangunan ini merupakan program dari pemerintah kota,  sangat hebat dan menunjukkan bahwa Kota Probolinggo itu handal. Sesuai motto kita, Kota Probolinggo hebat dan handal. Memang di mana-mana banyak penggemarnya wali kota tercinta ini,” puji Dandim Heri.

Ia tak malu-malu mengaku bangga terhadap Pemerintah Kota Probolinggo. “Saya sebagai Dandim 0820 bangga terhadap program-program yang sudah dikeluarkan pemerintah kota, salah satu dari beberapa adalah ini (pembangunan). Harapan saya dengan adanya pembangunan-pembangunan yang selalu berkelanjutan ini bisa menunjukkan bahwa Kota Probolinggo itu bergiat dan infrastrukturnya maju dan juga akhlaknya bisa maju terus,” akunya.

Bukan tanpa sebab ia mengatakan demikian, sesuai pesan Kapolda Jawa Timur yang melakukan kunjungan ke Kota Probolinggo di hari yang sama, bahwa Kota Probolinggo adalah panutan. “Baru beberapa daerah yang pembangunannya berkolaborasi dengan masyarakat dan unsur forkopimda. Saya simpulkan bahwa Kota Probolinggo ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang ada di wilayah Jawa Timur. Termasuk pembangunan pondok pesantren untuk membangun generasi muda yang berakhlak. Harapannya ke depan tidak hanya Kota Probolinggo saja pembangunan ini bisa berdampak pada provinsi (Jawa Timur). Dan akhirnya bisa menasionalkan pondok-pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia,” pungkasnya optimis.

Sementara itu, ditemui secara terpisah usai groundbreaking Pengasuh PP Zainul Islah Imam Hakim yang diwakili kerabat karibnya Eko Purwanto yang merupakan Sekretaris Komisi III DPRD menjelaskan rincian pelaksanaan pembangunan pada luas lahan 400 meter persegi itu. “Karena DED-nya juga baru kita terima kemarin. Cuma yang perlu saya sampaikan ada dua lantai, lantai bawah untuk aula dan lantai atas untuk beberapa kelas. Dengan biaya sekira Rp. 2,1 M. Tidak tahu nanti setelah lelang kena berapa. Estimasi waktu pembangunan 150 hari. Semoga tidak ada halangan dan pihak ketiga juga diharapkan harus profesional  sesuai dengan apa yang sudah dicanangkan atau sudah direncanakan oleh DPUPR,” jelasnya.

Pembangunan ini, lanjutnya, bisa bermanfaat bagi masyarakat atau khalayak umum khususnya bagi santri pondok Zainul Islah yang memiliki 900-an santri putra dan lebih dari 1.000 santri putri. “Harapannya alumni-alumni pondok bisa kembali lagi misal mengadakan pertemuan atau ada kegiatan di sini karena selama ini belum terfasilitasi,” terang anggota DPRD yang menangani urusan pembangunan dan kesra ini. (dy/qie)

Hadiri Groundbreaking, Kapolda Jatim Apresiasi Wali Kota Habib Hadi

MAYANGAN—Kapolda Jatim Irjen Pol. Toni Harmanto mengapresiasi Wali Kota Pr...

selengkapnya..

MAYANGAN—Kapolda Jatim Irjen Pol. Toni Harmanto mengapresiasi Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin yang memberikan support penuh untuk pembangunan Gedung Meteor. Yaitu gedung yang akan menjadi pusat sistem keamanan terpadu di Kota Probolinggo.

Karena itu, pada Kamis (24/8) pagi Irjen Pol Toni Harmanto berkunjung ke Kota Probolinggo. Tepatnya di lokasi proyek, halaman depan Mako Satpol PP kota setempat untuk melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Selain itu Toni Harmanto yang disambut Wali Kota Probolinggo dan jajaran forkopimda itu juga melakukan penandatanganan prasasti pembangunan Markas Polisi Subsektor Kedopok.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya menyebut, beberapa waktu yang lalu telah di-launching sistem keamanan terpadu Kota Probolinggo yang dijuluki Meteor. Program tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat melalui sistem yang terintegrasi berbasis teknologi.

“Di tempat ini akan dibangun gedung Meteor yang terintegrasi (dengan) call center 112 yang melayani semua aspek keamanan, kegawatdaruratan dan lain-lainnya, sebagai bentuk komitmen pemerintah. Saya berterima kasih atas semangat dan inovasi Polres Probolinggo Kota dan saya mendukung sepenuhnya terwujudnya sebuah impian yang bisa membawa dampak manfaat di Kota Probolinggo khususnya,” terangnya.

Wali Kota Probolinggo juga menyinggung perihal dibentuknya Polisi RW. Menurut Habib Hadi, keberadaan polisi RW semakin menambah sempurna kebijakan yang ditujukan untuk menjaga rasa aman masyarakat. Karenanya, Pemkot Probolinggo memfasilitasi dalam hal mempermudah pelayanan dan respon cepat Polisi RW dengan memberikan support kendaraan roda dua.

“Pemerintah mendukung penuh ide yang berdampak manfaat bagi masyarakat. Dalam momentum ini sangat erat kaitannya dengan gedung meteor. Apalagi Polisi RW sudah difasilitasi roda dua sehingga ketika ada kegawatdaruratan bisa berjalan cepat dan lancar,” urainya.

Habib Hadi mengungkap bahwa selama ini jalinan kerjasama antar forkopimda berjalan sangat baik. “Mudah-mudahan yang kita rencanakan dan lahirkan ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Kota Probolinggo di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Toni Harmanto menyebut, jarang ada pemimpin yang berkomitmen tinggi pada upaya menjaga keamanan seperti Wali Kota Probolinggo. Menurutnya, hanya beberapa wilayah tertentu di Provinsi Jatim yang memiliki ide dan semangat seperti yang dimiliki Wali Kota Probolinggo. “Menjadi pemimpin seperti beliau sangat tidak mudah. Ini menjadi bukti adanya kolaborasi bersama dan kepedulian sebagai pemimpin daerah terhadap masalah keamanan,” ujarnya.

Keamanan, Menurut Irjen Pol Toni, menjadi penunjang utama terselenggaranya kegiatan di masyarakat. Sehingga, ketika masyarakat merasa terjamin keamanannya, akan berdampak pada kegiatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini bagian sistem yang juga menjadi program saya untuk  menjadikan Kota Probolinggo dan kota-kota lainnya di Provinsi Jatim sebagai bagian dari smart city. Tidak hanya sistem tetapi disiapkan juga gedung dan sarana prasarananya yang akan memudahkan dalam pelayanan tersebut,” bebernya.

Irjen Pol Toni Harmanto tidak memungkiri dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Polri khususnya di lingkup Polres tidak bisa membangun gedung sendiri. “Kegiatan ini menjadi jawaban atas kemitraan tadi. Dan tentunya ini juga menjadi satu langkah besar bagi kesatuan polres lainnya untuk bisa bermitra dan berkolaborasi dengan para pimpinan daerah yang lainnya untuk bisa memperoleh dukungan yang seperti ini. Selamat dengan adanya groundbreaking pembangunan gedung Polsek Kedopok dan gedung sistem keamanan terpadu Meteor,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran PJU Polda Jatim, Sekda Kota drg. Ninik Ira Wibawati, pejabat dan kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, dan Wakil Ketua MUI Kota Probolinggo.

Sementara itu, setelah groundbreaking di halaman Mako Satpol PP, rombongan forkopimda juga meninjau lokasi pembangunan Markas Polisi Subsektor Kedopok.  Bakal markas itu terletak di Jl Serayu, Kelurahan Jrebeng Kulon Kecamatan Kedopok. Berjarak sekira 500 meter dari kantor kelurahan setempat.

Di lokasi pembangunan, Aiptu Eko Juliyanto, PS Kapolsubsektor Kedopok mengucapkan terimakasihnya pada Wali Kota Probolinggo yang membantu pembangunan. “Terimakasih kepada Bapak Wali Kota,” ujarnya. (mir/qie)

Kisah Sukses

FOTO PIMPINAN

PENILAIAN

3.00
: 1 Laporan
: 0 Laporan
: 0 Laporan
: 0 Laporan
: 1 Laporan

DIIKUTI OLEH