Kantor Staf Presiden

Gedung Bina Graha Jl. Veteran No. 16 Jakarta Pusat, 10110 +62 21 2354 5001 webmaster@ksp.go.id
12 Jan, 15:43
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada yth,
kepala ojk beserta jajaran
di
tempat



terima kasih kepada ojk beserta jajaran dan pihak yang membantu untuk terus menutup pinjol yang sangat meresahkan masyarakat. tolong beri sanksi serta data yang dimiliki pihak pinjol hapus dan musnakan.


terima kasih

20 Des 2019, 16:48
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada yth, tim lapor

mengingat layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat (disingkat lapor!) adalah aplikasi media sosial pertama di indonesia yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah, sehingga dalam aplikasi ini masyarakat dapat berinteraksi dengan pemerintah secara interaktif dengan prinsip mudah dan terpadu untuk pengawasan pembangunan dan pelayanan publik.

aplikasi ini adalah sebuah inisiatif dari unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan (ukp-ppp) dalam rangka menyediakan sarana pengaduan yang terpadu dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat indonesia.

berbasis media sosial, layanan ini ditujukan untuk meningkatkan interaksi antara masyarakat dengan pemerintah. lapor! juga dilengkapi dengan berbagai fitur guna mendorong ketuntasan setiap laporannya.

kami berharap laporan indikasi dugaan adanya tindak pidana korupsi atau perbuatan melawan hukum demi kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok sebagai masyarakat kami berharap laporan kami di tembuskan kekejaksaan atau polri setempat......terima kasih

2 Nov 2019, 05:42
Zulfikar Qurni
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Website ksp blm dirubah presiden dan wakilnya

10 Okt 2019, 06:58
Malik Nur Halilintar
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Singapura, 10 Oktober 2019

Yth. Presiden Republik Indonesia
Bapak Ir. H. Joko Widodo.

Teriring salam hormat saya Malik Nur Halilintar; WNI yang kebetulan juga sedang berada di Singapura, Presiden Mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Sosial 2016-2017, pada Bapak Jokowi. Semoga agenda bilateral bapak di Singapura dan agenda lainnya dapat berjalan lancar, termasuk Pelantikan Bapak dan KH. Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019 – 2024 pada tanggal 20 Oktober 2019.

Tentu Bapak Presiden mengetahui. Beberapa kementerian memiliki sekolah kedinasan (dibawah koordinasi kementerian); seperti Kementerian Dalam Negeri memiliki Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), begitu pula Kementerian Sosial memiliki Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Lulusan Poltekesos Bandung dididik untuk menjadi profesi Pekerjaan Sosial, yang telah disebutkan dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial maupun Undang-Undang Pekerjaan Sosial yang baru saja disahkan 4 September 2019.

Melihat kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini, tentu saya turut prihatin dan ingin berkontribusi. Fenomena kekerasan antar suku dan disintegrasi bangsa Indonesia kembali mengemuka. Sesungguhnya saya bersama dengan teman-teman memiliki keahlian yang sedang sangat dibutuhkan oleh Pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa tersebut. Termasuk masalah klasik Kemiskinan, profesi pekerjaan sosial (peksos) dapat berkontribusi dalam mengentaskannya melalui metode pengembangan dan pembangunan masyarakat. Metode tersebut sangat mampu dalam mengentaskan kemiskinan secara faktual di tingkat akar rumput masyarakat dan membuat masyarakat berdaya dan berkurang ketergantungannya pada pemerintah.

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Profesi kami jelas dibutuhkan sumbangsihnya oleh pemerintah, sehingga saya mewakili teman-teman pekerja sosial mengharapkan adanya political will dari Bapak Presiden agar Pemerintah memberikan fasilitasi bagi kami untuk turut serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektifitas agenda pembangunan Pemerintah Republik Indonesia dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa Indonesia.

Kontribusi pekerja sosial penting, namun kami merasa Pemerintah kurang memperhatikan kami, terkesan kami tidak pernah dalam Wisuda dihadiri Presiden Republik Indonesia, berbeda dengan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Padahal sekolah kami sama posisinya sebagai kedinasan di bawah koordinasi kementerian dan juga kontribusi lulusannya sungguh sangat dibutuhkan dan penting bagi masyarakat Republik Indonesia.

Sehingga Kami memohon agar Bapak Presiden Republik Indonesia dapat menghadiri Wisuda Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung pada Selasa, 14 Oktober 2019 di Gedung Sasana Budaya Ganesa Kompleks Institut Teknologi Bandung (ITB). Kedatangan Bapak Presiden akan dicatat sebagai sejarah, Presiden RI yang pertama kali hadir dalam Wisuda Lulusan Profesi Pekerjaan Sosial Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Sekaligus Bapak menunjukkan komitmen Bapak dalam meningkatkan pembangunan di periode kepemimpinan Bapak selanjutnya dengan melibatkan kontribusi para Pekerja Sosial untuk memastikan agenda pembangunan dan pengentasan kemiskinan masyarakat efektif berjalan serta memastikan upaya integrasi antar etnis suku bangsa Indonesia kembali dirajut dengan bantuan profesi yang profesional.
Tentu saya memahami betul kesibukan Bapak Jokowi selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia. Besar harapan saya dan teman-teman wisudawan Bapak Jokowi dapat menghadiri Wisuda kami pada Selasa, 14 Oktober 2019 nanti, yang biasanya hanya dihadiri oleh Menteri Sosial. Kehadiran Bapak Presiden tentu akan tercatat sebagai sejarah bagi Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung serta sejarah komitmen Presiden Republik Indonesia dalam melibatkan kontribusi Pekerjaan Sosial dalam Agenda Pembangunan Republik Indonesia. Namun apabila bapak sudah memiliki agenda dan kesibukan lainnya, saya memohon kebijaksanaan bapak untuk dapat mengirimkan ucapan karangan bunga ucapan selamat wisuda kepada saya dan teman-teman wisudawan.

Sungguh saya berharap Bapak Jokowi dapat menindaklanjuti surat ini, atas kebijaksanaan Bapak, saya ucapkan terimakasih.

Hormat Saya
Malik Nur Halilintar
Malik Nur Halilintar (Cp: +6282225579064)

19 Sep 2019, 16:19
Anonim
Android Ditutup oleh Sistem

Saran untuk aplikasi lapor..

mohon agar pengguna dapat memilih text yang ada, dengan tujuan untuk meng-copy dan paste text tersebut..
misal pada bagian tindak lanjut, pihak terkait ada memberikan kode tiket atau alamat website untuk ditindak lanjutin..
nah pada posisi tersebut di aplikasi lapor, pengguna tidak dapat memilih text..
padahal bila itu bisa, pengguna dapat lebih mudah dan cepat untuk menanggapi nya..

terimakasih dan selamat berkarya..

19 Sep 2019, 11:41
Abdul Rasyid
Android Ditutup oleh Sistem

Tentang perpindahan ibu kota yang berdampak negatif kepada hutan yg rimba menjadi gedung2 bertingkat,yg akan mengurangi paru2 dunia

19 Sep 2019, 10:20
Anonim
Android Ditutup oleh Sistem

Aplikasi lapor sangat membantu menyampaikan aduan masyakrakat. thanks!

13 Sep 2019, 16:50
628133164xxxx
SMS Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Pa jokowi, harap penggagas yang menutup kpk dengan kain hitam agar diproses hukum karna tidak berpikir intelektual, dan kalau terus demo berarti mundur bukan maju, belajar kepada bapak bj habibi selama jadi mahasiswa tidak pernah ikut demo

8 Sep 2019, 09:50
62821XXXX
SMS Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Assalamu alaikum wr wb. Pemindahan ibukota ke Kaltim hanya akan menambah banyak masalah terutama akan bertambahnya pendatang pencari kerja dan pencari rezeki yang pada akhirnya tragedi seperti Sampit akan terulang kembali! Terima kasih.

7 Sep 2019, 05:38
Daniel Euro Hasian Tambunan
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Pak jokowi, melihat 5 tahun kebelakang janji utama bapak adalah revolusi mental. Pak saya tidak ada melihat revolusi mental melainkan menurunnya mental masyarakat indonesia. Tolong dengan kekuasaan bapak 5 tahun ke depan, buat program yang lebih manjur/tepat untuk merevolusikan mental masyarakat indonesia. Sehat dan damai selalu indonesia.
Daniel tambunan, bekasi 2019

DIIKUTI OLEH