Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Jalan Veteran No.11, RT.2/RW.3, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110 0213857611 humasditjenpas@yahoo.co.id
13 Des 2019, 16:30
Tony Suryantoro
Android Ditutup oleh Sistem

Dalam rangka pelayanan masyarakat, harus adanya batasan waktu verifikasi oleh ditjenpas terhadap narapidana yang mengajukan pembebasan bersyarat. selama ini ditjenpas selalu berdalih sesuai prosedur namun kecepatannya menurut saya masih sangat lambat. oleh karena itu perlu ada percepatan birokrasi seperti yang diharapkan pak presiden selama ini.

1 Des 2019, 20:02
Anonim
Android Ditutup oleh Pelapor

Permintaan informasi terkait pembebasan bersyarat
kepada
yth: direktorat jenderal pemasyarakatan
saya ingin menanyakan apakah selama proses pengiriman berkas pembebasan bersyarat napi tidak akan mendapatkan full remisi, ada salah satu pegawai berkata jika ada perbaikan dalam pengusulan pembebasan bersyarat remisi yg di dapatkan akan di bagi dua dari total remisi

18 Nov 2019, 14:00
628131130xxxx
SMS Ditutup oleh Sistem

Narapidana yang kurang berkelakuan baik justrus JC-nya kooperatif karena mereka mampu membayar. Dimana keadilan, Pak? Saya mohon kepada Bapak Yasona agar segera merevisi PP 99. Terima kasih atas perhatiannya Pak.

18 Nov 2019, 14:00
628131130xxxx
SMS Ditutup oleh Sistem

Yang terhormat bapak Menteri Hukum dan HAM. Saya mau mengajukan permohonan agar kiranya PP 99 Tahun 2012 segera direvisi. Anak saya yang ditangkap tahun 2016 lalu, dan teman-temannya yang tersandung kasus narkotika yang seharusnya digolongkan sebagai 'pemakai' kesulitan dalam mengurus PB karena tidak kooperatifnya JC. Mereka tidak mampu membayar kepada sebuah institusi agar JC kooperatif. Padahal anak saya dan teman-temannya merupakan pengajar di pesantren yang diadakan pihak rutan/lapas, sekaligus imam masjid. Mereka aktif dalam kegiatan keagaaman dan berkontribusi. Sementara ada banyak dari na

12 Okt 2019, 05:10
628571976xxxx
SMS Ditutup oleh Sistem

Jakarta yang terhormat Bapak Menteri Hukum dan HAM. Saya mau mengajukan permohonan agar kiranya PP 99 tahun 2012 segera direvisi karena anak saya yang ditangkap tahun 2016 lalu dan teman-temannya yang tersandung kasus narkotika yang seharusnya digolongkan sebagai 'pemakai', kesulitan dalam mengurus PB. Mereka tidak mampu membayar JC sehingga JC tidak kooperatif.

Padahal, anak saya dan teman2nya merupakan pengajar di pesantren yg diadakan pihak rutan/lapas, sekaligus imam masjid. Mereka aktif dalam kegiatan keagaaman dan berkontribusi. Sementara ada banyak dari narapidana yang kurang berkelakuan baik justrus JC-nya kooperatif karena mereka mampu membayar.

Dimana keadilan, Pak? Saya mohon kepada Bapak Yasona agar segera merevisi PP 99.

Terima kasih atas perhatiannya, Pak.

6 Okt 2019, 20:31
(Anonim)
Website Ditutup oleh Pelapor

Yth. Bapak Dirjen

Saya mau melaporkan bahwa di dalam Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang bebas menggunakan handphone, bebas berfoto ria serta online di semua situs sosial bahkan untuk kamar 2 Blok Anyelir menerima sewa handphone.

Tolong diperiksa lebih teliti lagi. Ibu meta yang bertugas di KPLP selalu meminta uang kepada WBP yang beliau lihat sedang menggunakan handphone. Seperti yang beliau lakukan kepada Jetli Candra. Setelah Jetli Candra memberi uang, beliau biarkan WBP tersebut menggunakan handphone.

Terima kasih.

19 Sep 2019, 16:08
Ton Magus
Website Ditutup oleh Pelapor

Sudah 1 bulan keluarga kami an.yohanes erick magus yg dijatuhi hukuman 1,4 tahun sejak november 2018 dan sudah menjalani 2/3 masa hukuman di rutan kelas 2b ruteng-flores ntt dan mendapat remisi pada tgl 17 agustus kemarin dan harusx sudah keluar namun kendalanya sekarang sk cb belum juga ada dari dirjen yg terhotmat n kami mohon bantuannya..terima kasih

17 Sep 2019, 19:31
Anonim
Website Ditutup oleh Sistem

Kumham slmat sore,saya mau menanyakan apabila program pb saya di cabut karena saya terkena register f padahal sk pulang saya sudah ada,apakah saya bisa mengajukan kembali program?

5 Agu 2019, 17:31
628123455xxxx
SMS Ditutup oleh Sistem

Kepada
yth: direktorat jenderal pemasyarakatan (dirjenpas)
di
tempat
dengam hormat
kami selaku salah satu dari keluarga binaan lapas kelas 11 abalikpapan jln stall kuda balikpapan melaporkan bahwa anggota lapas kelas 11 a yang bernama bpk.madi dan bpk.suryadi telah melakukan perampasan handphone android warga binaan yg bernama asbi,yasir,dan irwan pada hari rabu tgl 31 juli 2019 jam 22.00 di lapas kelas 11 a balikpapan dan anggota lapas yangmerampas handphone milik tiga orang warga binaan langsung menjualnya ke warga binaan yang lain,ini sudah nyata nyata perbuatannya pegawai lapas kelas 11a balikpapan an.bpk.madi dan bpak.suryadi tidak manusiawi padahal warga binaan butuh pembinaan yang baik dari selama mereka ada di dalam lapas maupun rutan dengan tujuan agar mereka kembali ke masyarakat bisa hidup dengan baik yang bisa di terima masyarakat banyak di daerahnya masing masing. kami selakukeluarga dari salah satu keluarga binaan sangat memohon kepada bpk.dirjenpas supaya bisa menindak dengan tegas secara pidana anggota lapas kelas 11a balikpaoan an.bpk madi dan bpk. suryadi yang melakukan perampasan handphone milik warga binaan.
adapun hal lain yang harus kami laporkan kepada dirjenpas, lapas kelas11a balikpapan yang di pimpin oleh bpk.imam setiawan telah merampas hak haknya warga binaan yang berkelakuan baik seperti pembebasan bersyarat (pb) dan cuti bersyadat (cb) ini mayoritas hampir 90% mereka tidak mendapatkan haknya pembebasan bersyarat (pb) maupun cuti bersyarat (cb) . walaupun sebagian kecil warga binaan mendapatkan pembebasan bersyarat (pb) maupun cuti bersyarat (cb) mereka harus bayar uang ke petugas lapas berkisar sebanyak rp.4.000.000 s/d rp.5.000.000.
di lapas kelas11a balikpapan tidak ada ceritanyan bagi warga binaan yang mendapatkan pembebasan bersyarata (pb) maupun cuti bersyarat (cb) dwngan cuma cuma / gratis pasti membayar kepada petugas lapas yang mengurus sesuai bidangnya.yang perlu dirjenpas jetahui bahwa warga pembinaan itu adalah manusia yang teraniaya , manusia yang pernah melakukan tindak pidana yang sangat butuh bimbyang perlu dirjenpas jetahui bahwa warga pembinaan itu adalah manusia yang teraniaya , manusia yang pernah melakukan tindak pidana yang sangat butuh bimbingan,binaan agar mereka bisa menjadi manusia yang jauh lbh baik yang bisa di terima oleh masyarakart banyak .
demikian laporan kami , kami ucapakan terimakasih

30 Jul 2019, 13:34
Bima Pramudia
Website Ditutup oleh Sistem

Kepada yth
instansi pemerintahan terkait hukum & ham

saya ingin menyampaikan laporan saya yang sudah pernah saya email ke human rights council pbb, 60an presiden negara anggota pbb di dunia, ratusan his and her excellency di dunia termasuk he dian triansyah djani, he djoko susilo, he dino pati djalal, bahkan barrack obama. ditambah lagi ke beberapa belas organisasi ham di dunia, paus, dalai lama, bahkan ke icc (international criminal court) for un. sejujurnya saya ingin melanjutkan ini ke jalur hukum dimana saya punya beberapa tuntutan dan sudah meminta bantuan dari semua pihak yang saya sudah beritahu diatas.

saya bima pramudia, seorang napi di lapas klas 1 kriminal cipinang dengan hukuman 9 tahun. semenjak masuk rutan cipinang dan lapas, saya merasa orang-orang disekitar saya yang dianggap para napi lain sebagai ks (kepala suku) menggunakan ilmu supranatural dengan tujuan membunuh dan membuat saya tidak waras. adapula berikut nama-nama ks nya,

ks agung
harris paramitha sukardi
ivan korea (cepu)
cipta siahaan bin sahat
ozi kurniawan
yolan liskyansiah
rizki maulana

ilmu nya berbentuk suara-suara yang mengikuti saya. di suara tersebut diceritakan keburukan dan kehidupan saya yang dibuat menderita. seperti contohnya dikatakan orang tua saya, dina wahyuni dan bambang sudarpo telah meninggal dunia. memanfaatkan keterbatasan komunikasi saya (hp) dan keadaan mental saya yang down ketika masuk penjara, mereka membuat cerita-cerita yang tidak nyaman didengar saya. ditambah lagi ada pelanggara privasi dengan membroadcast visual saya ke layar handphone seluruh napi di cipinang mulai bulan mei 2018 sampai sekarang. berarti sekitar 14 bulan. visual tersebut termasuk keadaan ketika saya mandi, buang air, dan keadaan2 yang menuntut privasi individual.

diskriminasi juga ditunjukkan oleh seluruh napi kepada saya yang saya yakin diperintah para ks, seperti di olok-olok atau seolah diajak berantem.

anehnya, keluarga juga seperti menunjukkan perilaku aneh yang mendukung ilmu ini, berarti mendukung pula tujuan nya. dalam suara nya juga terdapat para tokoh negara, yang saya curigai berarti ini adalah tindakan konspirasi, dimana dalam suara nya banyak terdapat informasi rahasia termasuk skenario pemilihan presiden indonesia sampai 2049. suara tokoh tersebut diantara nya adalah,

prabowo (ceo bisnis negara indonesia)
megawati
joko widodo
sby
habibie
dan 11 komisaris lain negara indonesia

kehidupan penjara dianggap sebagai tempat moksa dan dunia terbalik saya secara spiritual, oleh semua orang diatas. maka saya perlu disiksa. anehnya saya tidak pernah merasa diperlakukan sebaliknya selama 30 tahun diluar penjara. konsep dunia terbalik inipun juga saya rasa salah secara pribadi. karena multiverse adalah dunia terbalik secara jalan, bukan keadaan terbalik / pribadi terbalik.

terakhir, ilmu tersebut juga dapat mengoper-ngoper penyakit kepada saya. saya sudah pernah dioper 5-10 penyakit. penyakit itu termasuk rabi, gatal2, siphilis, bahkan demam. terakhir yang paling parah saya di cek darah dan positif hepatitis c. potensi kanker hati dan hiv. padahal saya tdk pernah menggunakan alat suntik (narkoba atau apapun itu) selain utk tujuan medis dan pastinya steril karena langsung ditangani dokter khusus, tdk pernah melakukan hubungan seks bebas atau perilaku seks lain nya, tdk ada histori yg mendukung penularan penyakit hepatitis c kepada saya. baru kali ini saya diperlakukan seperti binatang.

saya dapat memberikan cerita yang lebih detail atau forward email saya yang sudah saya kirim ke pbb apabila ada alamat email yang bisa diberitahu. saya juga punya bukti berupa beberapa video dan rekaman suara yang bisa saya email. saya sudah pernah melaporkan ini akhir tahu lalu kepada setneg melalui email tapi tidak ada tanggapan sampai sekarang.

laporan ini bukan rekayasa, saya tulis secara sadar dan tanpa paksaan. saya mohon bantuan nya. terima kasih.

DIIKUTI OLEH