Dinas Kesehatan

20 Des 2018, 12:21
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Selamat Siang, Saya mau melaporkan pelayanan di puskesmas kecamatan jatinegara atas pengalaman adik saya tepat pada hari kamis, 20 desember 2018.

Adik saya berkunjung ke puskemas kecamatan jatinegara pagi ini untuk membersihkan luka di lehernya di UGD. Dia mendapatkan pelayanan yang tidak baik dari dokter (adik saya lupa tidak menanyakan namanya, tetapi dari logat bicaranya orang batak). Dari awal konsultasi Dokter Batak (DB) ini sudah tidak sopan. Waktu plester luka dibuka dibagian leher adik saya (bekas operasi biopsi TBC Kelenjar), adik saya bertanya, "Dok, dagingnya kayak keluar gitu ya? Saya liat dirumah seperti keluar gitu (biasanya luka dibersihkan dirumah dan sudah dibekali air infus dan kasa dari puskesmas di konsultasi sebelumnya, tetapi karna luka memburuk jadi adik saya memutuskan untuk menanyakan ke puskesmas). Dengan nyebelinnya si DB menjawab "Dagingnya loncat2. Adik saya bilang, "Dok saya tanya serius." Si DB bilang, "Iya dagingnya loncat2." Setelah dengan konyolnya menjawab begitu, si DB ini bilang, "Ini lukanya udah parah dan harus dipakein salep. Ga dijual di luar, cuma saya yang jual harganya 200ribu." Katanya kalo ga pake salep dari si DB, lukanya ga tau bakalan sembuh atau nggak. Dari sini udah ketauan kalo si DB secara tidak langsung dan ilegal menjual salep entah apa namanya (entah buatannya sendiri atau beli dimana). Ga mungkinlah salep menyembuh luka kayak gitu ga dijual di luar. Adik saya jawab, "Terlalu mahal dok, salepnya kecil banget lagi." Mulai dari adik saya menjawab seperti ini, si DB langsung keliatan bete dan konsultasi berubah jadi nggak enak banget. Adik saya sampe dibuat nangis. Setiap adik saya mau ngomong apa,dipotong melulu. Dan kebetulan ada dokter cewe yang bantu juga (setelah tersinggung masalah salep, si DB langsung nyerahin adik saya ke si dokter cewe buat ganti perban). Setiap dokter cewe berusaha kasih solusi, si DB motong dengan bahasa ga enak, selalu bilang kalo luka adik saya ga tau bisa sembuh atau nggak, bikin mental adik saya down. Bahkan si DB bilang kalo plester coklat yang adik saya pake itu buat anjing, bukan buat manusia. Adik saya mengganti kasa dengan plester coklat karna kasa membuat luka adik saya sakit dan suka tersangkut di bagian lukanya. Si Dokter Batak ini sungguh bukan cerminan dokter yang baik dan bertanggung jawab atas jabatan dokter yang dipegangnya. Menyesal saya tidak tahu nama dokternya. Kejadian ini akan saya ceritakan ke facebook resmi Pak Jokowi, biar Pak presiden tau kalau di indonesia ini masih banyak dokter tidak sopan dan tidak bekerja dengan baik sesuai dengan profesinya sebagai dokter. Bahkan sering adik saya dan ibu saya mendapatkan pelayanan yang tidak bagus hanya karna pasien BPJS. Bahkan si DB berkali2 bicara dengan nada dan kata2 yang menjatuhkan mental adik saya. Next pertemuan adik saya di puskesmas, saya suruh adik saya tanya siapa nama si DB itu kalau ketemu lagi.

Terima kasih.

3 Okt 2018, 14:01
Maulana Maul
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Pelayananan puskesmas kelurahan grogol utara 1 jl.tanah baru V, Jakarta selatan, pelayananan sangat lambat, saya menunggu mulai Dari jam 1 Siang sampai setengah 2 Siang baru dilayani, padahal sedang tidal Ada pasien yang lain, Mohon untuk Di tindak lanjuti, Terima kasih.

1 Okt 2018, 17:09
Fransiska Puput
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Saya mohon tolong tindak lanjuti RSUD Cempaka Putih yang membatasi pasien untuk ke dokter spesialis kandungan dengan pasien 20 orang perhari dan hanya ada di pagi hari.Saya sudah melapor ke BPJS Kesehatan dan informasi yang didapat dari BPJS Kesehatan pembatasan pasien memang dari pihak RS itu sendiri.Setau saya tidak seharus nya RS membatasi pasien seperti itu. Dari hasil laporan BPJS ke pihak RS, pihak RS juga mengatakan jika dokter spesialis kandungan ada di hari senin - jum'at. Sedangkan tadi pagi saya ke RS dan pihak RS bilang ke saya, saya kembali hari rabu.Saya tanya apakah nanti sore/besok tidak ada dokter nya?Pihak RS menjawab adanya hari rabu.Dengan informasi yang saya dapat dan informasi dari pihak BPJS yang berbeda, sudah membuktikan jika pihak RS berbohong. Saya mohon juga tolong tinjau ulang ketentuan BPJS Kesehatan dimana pasien tidak bisa memilih dirujuk kemana(program nya kalau tidak salah namanya BPJS Kesehatan rujukan online, yang dimana pasien dari faskes 1 entah puskesmas/klinik harus dirujuk ke RS tipe D dan C ).Karena kalau semua RS seperti RSUD Cempaka Putih(adanya pembatasan pasien), hak yang harus nya didapat pasien tidak akan didapat pasien.Dan tolong kembalikan saja seperti semula dimana pasien yang berhak menentukan mau dirujuk kemana bukan BPJS yang merujuk.Menurut saya Pelayanan kesehatan di RS tipe D dan tipe C masih sangat amat minim.Contoh nya yang saya alami dan jumlah dokter yg ada di RS masih sangat minim(dokter spesialis kandungan di RSUD Cempaka Putih hanya ada 2 saja). Saya sangat kecewa dengan pelayanan BPJS dengan peraturan yang sekarang ini. Terima Kasih

7 Sep 2018, 09:42
Anonim
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Hari jumat tgl 7 september 2018 saya berobat ke puskesmas kelurahan duren tiga jakarta selatan. saya berobat karena sejak hari rabu saya sakit kepala vertigo dan maag. hari rabu & kamis saya berobat ke poliklinik karena ketika saya datang ke puskesmas duren tiga antrian saya sudah nomor 12 sedangkan kondisi saya tidak memungkin menunggu antrian sekian lama karena sakit kepala dan muntah yang saya rasakan. di poliklinik saya mendapatkan surat sakit dari dokter selama 2 hari kerja karena saya kerja kantoran. pada hari jumat saya mau berobat lagi ke puskesmas duren tiga karena kondisi saya masih sakit kepala vertigo dan influenza sehingga tidak memungkinkan saya untuk bekerja di hari ini. di karenakan dokter umumnya tidak masuk yaitu dokter astri maka digantikan lah oleh orang lain yang statusnya saya tidak ketahui apakah dokter atau yang lainnya. orang lain seorang perempuan usia 45 tahun keatas,berbadan gemuk,berhijab,bicaranya ketus. beliau memeriksa tensi,perut dan tenggorakan saya. beliau memberikan resep obat untuk diminum. di saat saya minta surat sakit beliau tidak memberikan dengan alasan kondisi saya sehat masih bisa berjalan dan berbicara. beliau akan memberikan surat sakit atas nama dokter astri sehingga tidak bisa memberikan surat sakit sembarangan. kata beliau, surat sakit bisa diberikan jika pasien sudah terkapar dan tidak bisa bangun dan kalau mau surat sakit minta aja ke klinik. lalu untuk apa saya ke puskesmas jika saya tidak sakit? memangnya puskesmas tidak bisa memberikan surat sakit? apa sih definisi sakit yang bisa mendapatkan surat dokter? kalau definisinya seperti kata ibu itu yaitu pasien harus terkapar dan tidak bisa bangun. apakah ibu itu tahu kondisi sakit kepala vertigo yang masih saya rasakan saat ini? jika saya sehat untuk apa saya pergi ke puskesmas buat berobat? Mohon ditindaklanjuti. Terima Kasih

4 Sep 2018, 22:18
Yahya Kurniawan
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta
Saya ingin melapor untuk RSAL DR MINTOHARJO supaya di tindak lanjutin atas pelayannya Saya ingin melapor di karena kan saya istri saya sakit parah malah di diemin saja saya masuk UGD malah saya di suruh pulang andaikan istri saya terbarik lemas dan tak berdaya tolong di tindak lanjut kepada kepala staff DEMKES supaya di tindak lanjutkan RSAL MINTOHARJO SALAM SEJAWAT. Terima Kasih

4 Sep 2018, 11:43
Didit Ditya
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kpd. Yth Pemprov DKI Jakarta.
Pelayanan puskesmas kampung makasar tgl 4 september 2018 poli gigi sangat hebat cepat simple praktis alias tidak mau repot dengan hasil anyg asal, saking ingin praktis atau asal bahkan tidak tau gigi mana yang bolong, padahal yang bolong antara selah gigi graham tapi yang di cabut atas gigi geraham. Mohon tindaklanjuti. Terima Kasih

30 Agu 2018, 22:47
Vivi Lutfiana
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada Yth. Pemprov DKI Jakarta,
Sepupu saya menderita hepatitis dan harus mengkonsumsi obat sebivo 600mg selama 6 bulan tanpa putus, memasuki bulan ke 4 persediaan obat di RSUD Budhi asih habis, tolong disediakan stoknya krn kalau beli sendiri mahal sekali pernah kapsul nya bisa mencapai 80rb kalau dikalikan 30 hari misalnya sudah 2,4 juta.
Terima kasih

30 Agu 2018, 08:59
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada Yth. Pemprov DKI Jakarta,
Saya ingin lapor, sepertinya ada kejanggalan disaat saya buat surat kesehatan untuk syarat pernikahan. Saya dikenakan biaya administrasi Rp.143.000 di puskesmas kecamatan Kebayoran Lama. Setahu saya dan memang sudah terbukti saya yang menyaksikan sendiri, calon istri saya buat surat keterangan kesehatan untuk nikah di puskesmas Kebayoran Baru itu gratis tidak dipungut biaya sedikit pun. Kenapa di puskesmas kecamatan Kebayoran lama harus bayar sampai Rp.143.000 ya? Apa itu ada permainan orang dalem !!!
Terima kasih

16 Agu 2018, 15:16
Hizkia Wiranata Sembiring
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada Yth. Pemprov DKI Jakarta,
Antrian pengambilan obat di RSUD Koja mohon untuk ditindak lanjut antrian obat yang sangat2 parah d RSUD koja, pasien peserta BPJS yang berobat pagi baru bisa mengambil obat sore hari atau malam hari.
Terima kasih

15 Agu 2018, 11:38
Dantie Betariani
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada Yth. Pemprov DKI Jakarta,
Mohon maaf sebelumnya saya mempunyai ayah terkena serangan stroke sehingga harus dioperasi. sekarang posisi dirawat di RSPAD Gatot Subroto menggunakan BPJS. Kondisi pasca ayah saya operasi masih pasif dan cenderung tidur dan setelah cek kultur terdapat jamur di paru2 ayah saya. Saat di rawat di RSPAD pelayanan sangatlah mengecewakan, semua kami harus urus mandiri dari mulai suntik obat menggunakan selang dan makanan menggunakan selang. Ayah saya juga melakukan operasi trakestomi, perawatan trakestomi pun tidak dilakukan, kami sendiri yg harus mebersihkan lubang trakestomi di leher ayah saya. Jamur yg ada di paru2 ayah saya pun tidak ditangani. Dan sekarang ayah saya disuruh pulang dengan alasan melakukan perawatan home care, dan harus membeli alat2 seperti di RS di rumah. Apakah memang prosedur seperti itu ? Apakah memang harus dipulangkan dan dirawat homecare namun harus memiliki alat seperti di RS, jujur saya kesulitan biaya dalam pembelian alat2 tersebut. kemudian di keluarga kami kn tidak tahu medis, bagaimana cara perawatan dll?
Terima kasih

DIIKUTI OLEH