BPJS Kesehatan Divisi Regional I

Jl. Karya No. 135 Kel. Sei Agul Kec. Medan Barat (061) 6613317, 6624132, 6613191
18 Mei 2019, 06:49
Julius Sinaga
Website Ditutup oleh Sistem

Saya pasien dokter anni rohani sagala, tidak mendapat rujukan balik ke tingkat atas karena sakit yang sama dan bpjs kota padangsidempuan akan marah jika dokter selalu merujuk rujuk terus, saya telah melaporkan sebelumnya tentang rujuk balik kalau bpjs padangsidempuan tidak ada melarang untuk merujuk, tetapi masih ada atau banyak orang bpjs padangsidempuan melarang rujuk balik, kemudian obat yang diberikan tidak semua sama dengan tingkat atas dan tingkat bawah dan hasil pengobatan juga tidak ada perubahan.

17 Mei 2019, 16:54
Anonim
Website Ditutup oleh Sistem

Yth bpjs kesehatan,
saya ingin mendaftarkan secara online abang saya dengan nik 1208170112670004. setelah saya masukkan nik tsb, dikonfirmasi bahwa istri dan anak abang saya sudah terdaftar. tapi, istrinya belum ada menerima kartu dan va dari bpjs kesehatan. dan saya pun mengalami kendala untuk kelanjutan pendaftarannya. sementara abang saya adalah kepala keluarga.

8 Mei 2019, 15:59
Anonim
Website Ditutup oleh Sistem

Kepada yth : pemerintah daerah deli serdang
Perihal bpjs

Apakah bisa bpjs kesehatan yg biasa saya bayar perbulan diganti menjadi bpjs yg ditanggung oleh pemerintah?
Karna ekonomi kelurga saya sedang terpuruk, dan saya ingin agar dapat dikurangi salah satu dengan menghapus biaya bulanan yg biasa saya bayar utk bpjs.
Tetapi saya juga sangat membutuhkan bpjs ini.
Jadi mohon bantuannya dan penjelasannya.

3 Apr 2019, 15:37
Sandro Manurung
Website Ditutup oleh Sistem

Saya ingin melaporkan tentang tidak sinerginya lembaga pemerintah dalam menjalankan perpres 82 tahun 2018.
Dapat saya sampaikan kronologis sebagai berikut :
Telah terjadi penyerangan rumah dan penganiayaan berat hingga mengakibatkan korban luka parah / koma / kritis di helvetia kota medan pada tanggal 24 maret 2019. Korban ini adalah seorang pelajar anak dari seorang guru smp negeri bernama riko lumban raja.
Riko anggota bpjs aktif yang selalu melakukan pemenuhan kewajibanya dan dalam kondisi malang sekarang riko harus koma dan berada di rumah sakit bukan keinginan dia, akan tetapi ketika riko ingin meminta hak nya sebagai anggota bpjs akti yang selalu membayar kewajibanya riko harus terganjal dengan perpres 82 tahun 2018 dimana korban tindak pidana tidak lagi menjadi tanggungan bpjs, untuk itu pihak bpjs menyarankan untuk mengkomunikasikan kepada lpsk karena riko sebagai korban.
Komunikasipun dilakukan oleh pihak keluarga kepada lpsk akan tetapi jawaban yang diberikan pihak lpsk adalah lpsk mempunyai prioritas tindak pidana yang dapat mereka lindungi korbanya. Untuk masalah riko ini mereka menyebutnya tpl atau tindak pidana lainya. Dan pihak lpsk juga menyebutkan keluarnya perpres 82 tahun 2018 itupun tidak terkonfirmasi oleh lpsk itu bisa dilihat dengan tidak bertambahnya anggaran lpsk.
Jika lpsk memberikan keterangan seperti itu apa bedanya seorang korban tindak pidana korban yah sama sebagai korban apa karena kasus riko kurang menarik perhatian.
Sedangkan kondisinya per hari ini biaya pengobatan riko sudah mencapai rp. 127.000.000,- dan pihak rumahs akit butuh kepastian siapa yang akan mengatasi biayanya. Lalu kepada siapa keluarga riko harus mengadu dalam kondisi mereka ini dimana lembaga pemerintah tidak sinergi dalam mengimplementasikan perpres tersebut.
Untuk itu kami mohon ini menjadi antensi untuk dapat di komunikasikan kepada lembaga terkait agar riko mendapatkan kepastian untuk hidup.
Atas waktu dan kerjasamanya saya mengucapkan terima kasih
Nb. Saya lampirkan
1. Identitas orang tua korban
2. Kartu angota bpjs korban
3. Laporan polisi
4. Foto kondisi korban

9 Jan 2019, 10:55
Anonim
Android Ditutup oleh Admin

Bpjs kesehatan
Pelayanan rumah sakit sangat mengecewakan.. Ibu saya di rujuk dr rs efarina ke rs murni teguh medan katanya kamar penuh... Alhasil ibu saya semalaman nginep di ugd dan menyuruh cari rs lain.. Gmna tadi kalo ibu saya meninggal anda anda berdosa... Tolong di perhatikan rs yg di daerah sampe sekarang ibu saya blom bisa dirawat karena tidak ada kamar sekota medan.. Tks

8 Jan 2019, 00:13
Jhonson Silalahi
Website Ditutup oleh Admin

Saya Jhonson Silalahi
Karyawan Pelaksana PTPN 2 Kebun Bandar Klippa
saya heran dengan aturan BPJS Kesehatan, rasanya tidak manusiawi, Saya karyawan BUMN PTPN 2 yang tadinya PTPN 2 mempunyai rumah sakit sendiri untuk pengobatan karyawannya yaitu RS GL Tobing di Tanjung Morawa Medan, tapi setelah adanya BPJS Kesehatan PTPN 2 beralih ke BPJS untuk mengbati karyawannya, sebelum PTPN 2 beralih ke BPJS, istri saya mengalami sakit, karna kekurangan kepercayaan saya terhadap RS GL Tobing, saya mengurus BPJS Mandiri agar istri saya dapat berobat ke RS lain yang lebih saya percaya dan BPJS Mandiri saya Keluar bersama dgn 2 orang anak saya,. tapi tak lama kemudian istri saya meninggal dan bpjs tidak saya lanjutkan lagi pembayarannya karna kami punya RS sendiri yaitu RS GL Tobing dan beberapa bulan kemudian PTPN 2 beralih ke BPJS, maka saya diwajibkan untuk membayar tunggakan bpjs karna bpjs mandiri saya akan dilanjutkan oleh perusahaan, kemudian saya bayarlah tunggakan tersebut yang nilainya lebih dari satu juta, tetapi beberapa lam saya konfirmasi ke pertusahaan tentang bpjs saya, dan jawabannya, tunggakn istri saya yang telah meninggal juga harus dibayar karna saya tidak melopor sewaktu istri saya meninggal, bisa masuk akal kenapa saya tidak melaporkan itu ke bpjs ya karna tidak kefikiran dalam kaeadaan duka. jadi karna tunggakan orang meninggal akhirnya saya tidak bisa menggunakan bpjs sampai hari ini dan sampai kapan pun karna sau tidak sanggu bayar tunggakan istri saya yang telah meninggal, peraturan macam mana ini. klu sudah meninggal ya harusnya stop lah pembayaran, klu pun terlambat lapor ya di minta lah data ematian kapan meninggalnya dan yang harus dibayar hanya sampai dia meninggal, mohon solusinya tentang hal ini dan pembenahan peraturan bpjs

28 Des 2018, 07:26
Paulina Sirait
Website Ditutup oleh Admin

baru saja menggunggah laporan ke https://lapor.go.id

Paulina Sirait

BPJS KESEHATAN

Layanan pasien BPJS kelas 1 di RS Mitra Sejati Medan buruk sekali

ibu saya dirujuk dari RS Vita Insani Penatangsiantar ke RS Mitra Sejati jl AH Nasution Medan tanggal 26 Desember dengan Diagnosa Multiple Coleleasis. Dikatakan di RS Mitra sejati ada dokter Bedah Diggestive (Dr Asrul) yang akan menangani. Pasien diterima di IGD jam 7 malam. Tapi jam 10 malam baru masuk ke ruangan di kamar Flamboyan 228. Namun setelah di ruangan, jangankan dokter, perawat pun tidak ada yang mengontrol kondisi pasien. cairan infus habis pun harus dilapor ke nurse station baru diganti. Keesokan harinya, 7 Desember pagi saya menanyakan ke perawat, mengapa belum ada dokter visit, jawaban perawat: "tadi malam Dr Asrul masih operasi, tiba2 tadi berangkat ke luar kota sampai besok." Saya minta dokter pengganti, jawabnya lagi menunggu dari RS Adam Malik. saya tunggu sampai jam 10 dokter tidak datang juga, saya lapor lagi. Jawabnya dokter pengganti lagi dicari no HPnya. Dr Asrul tidak bisa dihubungi.
Saya masih mencoba sabar, tp sudah mulai aneh dengan SOP yqbg tidak jelas ini. Jam 12 saya tanya lagi, diterima oleh supervisor br Pasaribu. jawabnya DR Asrul ternyata baru kembali ke Medan tanggal 5 januari. Dokter ruangan dijanjikan akan datang, namun sampai jam 5 sore tidak ada perawat dan dokter yang datang akhirnya amarah saya meledak perlakuan terhadap pasien sangat diskriminatif. Snack pagi dan sore juga tidak diberikan, dengan alasan hanya untuk kelas 1
Padahal ibu saya pasien kelas 1. ketika ditanyakan ke pihak distribusi makanan, jawab mereka tidak ada laporan dari perawat. saya tanyakan kepada perawat jawabannya, tugas dapur membagikan makanan. saling tuding dan melempar tanggungjawab terjadi. Pasien juga tidak dimandikan sejak pagi , tidak dicek tensi atau apapun, hanya mengganti selang infus dan cairan yang habis, lalu pasien yang sudah meraung-raung dibiarkan. ketika saya complain, tindakan perawat juga tidak sopan menvideokan dengan tuduhan saya tidak beretika marah-marah, sementara mereka tidak mempertimbangkan kemarahan saya kesabaran pasien habis 8 kali lapor ke nurse station tidak ada respon, hanya janji "dokternya lagi dicari".
RS Mitra sejati ini benar-benar tidak memperlakukan pasien secara manusiawi akhirnya setelah kemarahan saya meledak, datanglah dokter ruangan dan ibu saya dirujuk ke RS Bina Kasih Sunggal.

di sini dilayani sangat cepat. di IGD kurang dari 30 menit, langsung di foto, masuk ruangan, jarum infus diganti, selang sonde dipasang, test alergy, EKG, dan perawat sabgat koperatif terhadap permintaan bantuan dari pasien.

Mengapa ada standard prosedur yang beda di RS yang sama-sama type B ? Di RS Vita Insani Siantar pun dilakukan hal yang sama denga di RS Bina Kasih kecuali pemasangan Sonde dan test alergy karena memang saat masuk IGD belum ada diagnosa penyakit ibu saya.

Tolong pihak BPJS dan dinas terkait, Dinkes menindak RS Mitra Sejati yang sangat tidak profesional dan tidak mampu membuktikan Capaian Akreditasi KARS Paripurna dengan layanan yang dangat buruk itu. jangan sampai pasien bertambah sakit bahkan kehilangan nyawa karena perawat, dokter dan RS sama sekali tidak memperdulikan pasien. padahal ibu saya Pasien kelas 1 BPJS. Bagaimana pula perlakukan mereka terhadap pasien kelas 3 atau orang yang tidak punya jaminan kesehatan ? Sangat prihatin !

kasus memalukan perlakuan tidak manusiawi RS Mitra Sejati Jl AH Nasution Medan.

setelah saya lacak di Internet, ternyata banyak sekali catatan hitam tentang RS ini, tapi aneh.. mengapa masih bisa RS ini beroperasi bahkan dapat sertifikasi Akreditasi Paripurna versi KARS 2017 ?

beberapa catatan Hitam:

1. https://www.ivorynews.co.id/2017/06/04/3-tersangka-di-dor-disnarkoba-terkait-narkoba/

2. http://waspada.co.id/medan/penipuan-rsu-mitra-sejati-dilaporkan-ke-poldasu/

3. https://sumutpos.co/2011/07/11/cabut-izin-mitra-sejati/amp/

4. https://utamanews.com/Ragam/Ibu-ini-ditahan-RS-Mitra-Sejati-Medan-karena-tidak-sanggup-bayar-biaya-perawatan-bayi

5. http://medan.tribunnews.com/amp/2015/02/09/tak-sanggup-bayar-rs-mitra-sejati-medan-sempat-tahan-jasad-bayi

6. https://mediaonlinetransparan.wordpress.com/2016/09/18/pasien-bpjs-di-rs-mitra-sejati-medan-di-terlantarkan-dan-di-bentak-bentak-oleh-perawat-jaga/amp/

22 Des 2018, 08:07
Syahrial Effendi
Website Ditutup oleh Admin

Saya mau menanyakan, saya peserta bpjs kesehatan.
Anak saya dirawat di salah satu rumah sakit swasta di lubuk pakam, sumatera utara.
Setelah 5 hari perawatan saya meminta kpd dokter yg merawat anak saya, yaitu saya meminta untuk rawat jalan saja ke salah satu rmh sakit umum di medan, dan dokter menyetujui dengan mengatakan kpd perawat agar dibuatkan surat pernyataan.
Singkat cerita, saya dipanggil perawat menyelesaikan urusan administrasi surat menyurat nya.

Inti permasalahan : perawat mengatakan kpd saya, krn saya keluar dari rumah sakit tersebut atas permintaan sendiri, MAKA saya tidak diberikan obat apapun sewaktu pulang nanti..

Pertanyaan saya, apakah memang ada aturan dari pemerintah dlm hal ini kementrian kesehatan..?
Bahwa setiap pasien yg keluar dari rumah sakit sebelum masa perawatan nta selesai, tidak diberikan obat pada saat keluar dari rumah sakit bersangkutan...???
Mohon bantuan penjelasannya.

8 Des 2018, 19:07
Hendrick Wu
Website Ditutup oleh Admin

Yg Terhormat bagian Bpjs,

Saya pasien yg jarang menggunakan bpjs bila tidak Perlu sekali, hari ini saya merasa demam meriang sudah beberapa. Hari, kebetulan saya ada waktu maka saya berobat ke klinik. Medan medical center di medan. ALANGKAH KECEWANYA saya, sesampai di klinik, bukan saja harus menunggu antrian, tp juga harus menunggu dokter yg sedang istirahat dari jam 18.30 - 19.15. Menunggu antrian saja sudah cukup menderita bagi pasien yg sedang sakit, ditambah lagi harus menunggu dokter praktek yg sedang istirahat, waktu dan tenaga kami sangat byk terkuras, kepentingan seorang sangat merugikan kepentingan umum, tidak adakah dokter pengganti utk giliran praktek di klinik tersebut. Dan dokter yg bergilir seharusnya disesuaikan dengan kondisi keperluan pada waktu tersebut. Waktu lalu saya pernah komplain hal yg sama, ini lama sekali saya baru datang berobat, kok kesannya pelayanan klinik ini kurang maksimal ya, sepertinya tidak ada rasa bersalah membiarkan pasien yg sedang sakit menderita menunggu begitu lama, kemudian jam nya pun tidak standar, lbh lambatb10 menit dr jam standar, sehingga hrs menunggu lbh lama lagi, ini kondisi kepala saya sgt pening, hrs menunggu sangat lama. Benar benar keterlaluan. Secara psikologis saja penyakit saya sudah bertambah parah. Mohon ditindak lanjut jam operationa dan kualitas pelayanan klinik tersebut.

24 Okt 2018, 14:14
628137023xxxx
SMS Ditutup oleh Admin

Hallo BPJS saya pasien berobat jalan di poli Endrokrin RS Pirngadi sekarang dipindahkan ke RS Imelda... Konsekuensinya obat pun sebagian berubah/ditiadak

DIIKUTI OLEH