Sampaikan Laporan Anda
Berita
Katanya pejabat adalah pelayan rakyat
Namun yang se...
Katanya pejabat adalah pelayan rakyat
Namun yang sering terlihat justru rakyat yang harus melayani kepentingan para pejabat rakus dan perusahaan besar
Mereka berdiri di depan kamera berbicara tentang kesejahteraan pembangunan dan cinta tanah air
Tetapi di belakang semua itu hutan terus ditebang tanah adat dirampas dan alam Indonesia dijual sedikit demi sedikit demi keuntungan segelintir orang
Papua Kalimantan Sumatra hingga daerah lain terus kehilangan hutan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat
Sungai tercemar udara rusak dan tanah yang diwariskan leluhur perlahan hilang
Masyarakat adat yang menjaga alam puluhan tahun justru sering dianggap penghalang investasi
Sementara perusahaan besar dengan mudah mendapat izin karena uang dan kekuasaan selalu lebih didengar dibanding suara rakyat kecil
Pejabat datang membawa janji manis seolah peduli pada masa depan bangsa
Tetapi setelah jabatan didapat banyak yang berubah menjadi lupa diri
Mereka sibuk memperkaya kelompok sendiri membangun citra dan mencari keuntungan pribadi
Sedangkan rakyat hanya diminta bersabar melihat tanahnya dirusak dan kehidupannya dihancurkan perlahan
Ironisnya ketika bencana datang banjir longsor kebakaran hutan dan krisis lingkungan terjadi
Rakyat lagi yang menanggung akibatnya
Sementara mereka yang memberi izin dan menikmati keuntungan tetap hidup nyaman tanpa merasakan penderitaan masyarakat bawah
Mereka berbicara soal nasionalisme tetapi tindakan mereka justru menjual masa depan negeri sendiri
Indonesia bukan negara miskin
Negeri ini kaya akan hutan laut tambang dan budaya
Yang membuat rakyat menderita bukan karena kekurangan kekayaan alam
Melainkan karena terlalu banyak pejabat rakus yang menjadikan jabatan sebagai alat mencari untung
Rakyat tidak butuh pidato panjang tentang cinta negeri jika kenyataannya alam terus dihancurkan demi uang
Karena pada akhirnya sejarah akan mencatat siapa yang benar benar menjaga Indonesia dan siapa yang menjual negeri demi kekuasaan dan keserakahan sementara rakyat hanya dijadikan penonton di tanahnya sendiri